BERAU TERKINI — Penolakan terhadap pengoperasian portal parkir elektronik di Pasar Sanggam Adji Dilayas tidak hanya berujung aksi protes, tetapi juga memunculkan keluhan dari sejumlah pedagang yang mengaku terdampak secara langsung.
Dua pedagang Pasar Sanggam, Ita dan Irka, menyebut kebijakan tersebut membuat jumlah pembeli menurun, terutama di awal Ramadan yang biasanya menjadi momentum peningkatan penjualan.
“Biasanya tetap bayar parkir, tetap bayar. Cuma kan biasanya seikhlasnya, langsung masuk saja. Aman-aman saja,” ujar Ita.
Ia mengaku telah membuat kartu member (berlangganan) untuk sepeda motor sesuai ketentuan yang diberlakukan.
Namun, ia menyebut sebagian besar pedagang sebenarnya tidak setuju dengan sistem portal elektronik tersebut.

“Kalau disuruh buat member ya kami buat. Bayar ya bayar. Kami patuh saja. Tapi kalau ditanya setuju atau tidak, ya banyak yang tidak setuju,” katanya.
Menurutnya, sejak portal diberlakukan kurang dari sepekan terakhir, penurunan pendapatan pedagang sudah cukup terasa.
Padahal, biasanya pada minggu pertama Ramadan pasar mulai ramai.
“Biasanya minggu pertama Ramadan ini sudah ramai. Sekarang betul-betul sepi. Apalagi pasar subuh, kasihan sekali. Biasanya ada saja orang masuk makan, ini tidak ada,” ungkapnya.
Irka juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai keberadaan portal membuat sebagian pembeli enggan masuk ke area pasar.
“Lumayan turunnya. Biasanya ramai, sekarang sepi. Kami ini sudah buka lapak, nunggu orang masuk saja,” ujarnya.
Sebelumnya, sistem parkir di pasar tersebut berjalan manual.
Setelah ada portal, pada jam-jam tertentu seperti malam hingga pagi hari sebelum pukul 07.30 WITA, pengunjung umumnya belum dikenakan retribusi.
Para pedagang berharap ada evaluasi dari pemerintah daerah, mengingat kondisi daya beli masyarakat yang dinilai sedang melemah serta dampak langsung terhadap aktivitas jual beli di pasar. (*)
