BERAU TERKINI – Satpol PP Berau melakukan sosialisasi terhadap pedagang kopi keliling yang berjualan di trotoar jalan karena dianggap mengganggu lalu lintas.
Para pedagang kopi keliling pun menyetujui hal tersebut asalkan pemerintah bisa memberikan mereka solusi untuk permasalahan tersebut.
“Sebagai pedagang, kami harus bisa mengatur posisi supaya tidak mengganggu pejalan kaki dan motor. Mungkin sekiranya cari tempat yang tidak mengganggu lahan parkir, misalkan di (Tepian) Teratai, karena di sana lahan parkir tidak mengganggu dan ada fasilitas untuk pedagang agar tidak mengganggu jalan,” kata Rahmat, salah satu pedagang kopi keliling, kepada Berauterkini, Selasa (4/11/2025).
Rahmat juga berharap pemerintah bisa memberi solusi dengan menyediakan tempat untuk berjualan kopi keliling dengan lahan parkir yang lebih besar.
Dia mengaku, dengan lahan yang minim membuat pedagang bingung harus berjualan di mana karena keberadaan mereka rawan digusur Satpol PP.
“Mungkin bisa ditambahkan lahan untuk parkir pedagang kopi keliling agar tidak menyebabkan kemacetan, bahkan kecelakaan,” sambung Rahmat.
Pedagang kopi keliling lainnya di sekitar RSUD dr Abdul Rivai, Hamriadi, juga berpendapat, jika memang mau ditertibkan, setidaknya carikan solusinya di mana mereka bisa berjualan.
“Karena kami bisa berjualan dan mendapatkan pembeli di daerah tertentu saja. Kalau dikasih lahan yang sunyi juga kami kan perlu gaji karyawan dan membeli bahan baku,” ungkapnya.
Hamriadi juga meminta solusi kepada pemerintah agar bisa tetap berjualan namun tidak lagi dirazia Satpol PP.
“Kadang kami dapat teguran sekali, dua kali, tapi untuk pihak rumah sakit dan sekolah tidak pernah menegur, hanya dari Satpol PP,” ungkap Hamriadi. (*)
