BERAU TERKINI – Menjelang malam pergantian tahun, pedagang di Berau ungkap penjualan kembang api.

Malam tahun baru biasanya dihiasi dengan perayaan kembang api.

Sejumlah pedagang kembang api di Berau mengungkapkan penjualan kembang api pada tahun ini.

Pedagang kembang api, Bilal mengungkapkan, penjualan kembang api stabil dan cenderung sama dengan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan jika puncak ramainya pembeli adalah pada tanggal 31 Desember nanti.

Dia mengatakan peminat kembang api kerap datang dari anak-anak.

“Stabil, alhamdulillah stabil. Paling kalau yang pokoknya ramenya itu nanti pas malamnya itu pasti,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Minggu (28/12/2025).

“Peminatnya sementara anak-anak kecil itu, ya pop-pop itu yang banting itu terus kembang api,” sambungnya.

Menurutnya, jika pembeli sedang ramai maka omzet yang bisa ia dapatkan selama 2 minggu menjual kembang api bisa menyentuh angka hingga Rp 20 juta.

“Dua Minggu itu tembus Rp 20 juta bisa lebih,” ujarnya.

Berbagai jenis kembang api yang dijual oleh pedagang di Berau sambut tahun baru (Adrikni/BT)

Berbagai jenis kembang api yang dijual oleh pedagang di Berau sambut tahun baru (Adrikni/BT)

Meskipun penjualan stabil, ia mengungkapkan kekhawatiran karena pemerintah membuat larangan menyalakan kembang api malam tahun baru nanti.

“Tapi karena mungkin dengan adanya berita larangan itu ya enggak tahulah nanti,” katanya.

Pedagang kembang api lainnya, Sabi mengatakan, penjualannya menurun tanpa mengetahui penyebabnya.

Meskipun begitu, peminat tetap ada pada petasan berukuran kecil seperti petasan jenis pop pop.

“Enggak kalau sekarang tambah turun. Kurang tau juga apa penyebabnya dari apa juga kurang tahu,” katanya.

Senada dengan Sabi, pedagang lainnya yakni Bito mengatakan, peminat kembang api cenderung sepi.

Ia tidak tahu apa penyebabnya karena tahun ini adalah kali pertamanya ia berjualan kembang api.

“Enggak tahu baru tahun ini jualan,” ujarnya.

Ia mengatakan jika peminat masih tetap ada dan bisa menghasilkan uang sebesar Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu sehari dari menjual kembang api.

“Ada, ya dapat uang Rp 60 ribu Rp 100 ribu sehari,” tutupnya.