BERAU TERKINI – Langkah politik Ketum DPP Projo Budi Arie Setiadi yang bergabung ke Partai Gerindra dicurigai oleh PDIP.

Organisasi relawan pendukung Jokowi atau Projo resmi menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo tahun 2025-2030.

Mantan Menkop ini juga mengisyaratkan akan bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo.

Langkah politik Budi Arie Setiadi tersebut mengundang tanda tanya, termasuk dari Ketua DPP PDIP Said Abdullah.

Said Abdullah mengatakan, langkah politik Budi Arie Setiadi perlu diamati lebih jauh.

Ketua Banggar DPR RI curiga, Budi Arie Setiadi punya motif politik sendiri dengan bergabung ke Partai Gerindra.

“Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Budi Arie? Tentu Budi Arie yang lebih tahu,” ujar Said Abdullah, Selasa (4/11/2025) dikutip dari Beritasatu.

Menurut Said Abdullah, bergabungnya Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra bisa juga dibaca sebagai langkah mengamankan posisi Gibran Rakabuming.

Kongres DPP Projo (Instagram/@dppprojo)
Kongres DPP Projo (Instagram/@dppprojo)

Dia mengatakan, dengan hadirnya Budi Arie Setiadu di Partai Gerindra, maka setidaknya Wapres Gibran tetap mendampingi Prabowo di Pilpres 2029.

“Dia mendukung Bapak Prabowo sambil akan membonceng sesuatu di belakangnya dengan nitip Pak Gibran, umpamanya ya, biasa-biasa saja,” katanya.

Said Abdullah menduga langkah politik Budi Arie Setiadi murni karena pertimbangan politik.

Dirinya tak setuju jika kepindahan Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra demi mendapatka perlindungan politik dan hukum dari sejumlah kasus yang menyeret namanya saat menjadi Menkominfo.

“Mungkin kawan-kawan Gerindra akan marah juga kalau digituin. Saya pikir bukan itu. Ini murni logika politiknya Budi Arie saja,” jelasnya.