BERAU TERKINI Uji sampel dilakukan Dinas Pangan Berau terhadap bahan makanan di dapur umum program MBG.

Dinas Pangan Berau memastikan bahan pangan segar yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dikonsumsi.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, setelah dilakukan pemeriksaan sampel pada dapur umum penyedia MBG.

“Tim kami hanya berwenang memeriksa pangan segar asal tumbuhan, khususnya sebelum dimasak. Sementara untuk bahan yang sudah melalui proses masak hingga penyajian, itu menjadi kewenangan Dinas Kesehatan,” jelas Rakhmadi.

Pada pemeriksaan awal di rumah SPG, tim mengambil empat sampel yakni semangka, lombok merah besar, bawang merah, dan sawi putih.

“Semua hasilnya negatif atau aman dikonsumsi,” tegas Rakhmadi.

Proses pengujian sampel bahan pangan segar program MBG di Berau
Proses pengujian sampel bahan pangan segar program MBG di Berau (Dok. Dinas Pangan Berau)

Ia menambahkan, sampel yang diuji terbatas karena logistik banyak yang sudah digunakan untuk memasak. Sesuai aturan, penyedia dapur tidak diperbolehkan menyetok bahan, sehingga seluruh kebutuhan pangan harus dipasok segar setiap hari.

“Kalau bawang merah, bawang putih, dan telur menjadi komoditas yang disiapkan sebagai stok antisipasi,” tambahnya.

Rakhmadi menyebut, pemeriksaan pangan akan dilakukan secara berkala sesuai jadwal monitoring. Ada sembilan titik dapur di Tanjung Redeb, pasokan logistik berasal dari Pasar Adji Dilayas serta petani lokal.

“Setiap hari, MBG melayani sekitar 80 ribu penerima manfaat kalau itu sudah jaln maksimal. Ini tentu menjadi peluang besar bagi petani dan koperasi desa untuk berperan sebagai pemasok bahan pangan segar,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan telur, sayuran, dan buah-buahan dipastikan sangat tinggi. Jika potensi lokal dimaksimalkan, program ini tidak hanya bermanfaat dari sisi gizi, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pertanian dan koperasi di Berau.

Meski begitu, tantangan distribusi masih dihadapi, terutama untuk daerah pedalaman. “Kalau di Tanjung Redeb atau Teluk Bayur, distribusi mudah. Tapi untuk wilayah jauh seperti Kelay, satu dapur SPPG saja tidak cukup. Kemungkinan harus dibuat dapur satelit agar menjangkau seluruh penerima,” ungkapnya.

Diakuinya, sudah ada 30 pengajuan dapur SPPG yang masuk, melebihi target awal sebanyak 21 pengajuan.

Diantaranya 2 SPPG di Talisayan, 3 SPPG di Sambaliung, 2 SPPG di Segah, 9 SPPG di Tanjung Redeb, kemudian 4 SPPG di Gunung Tabur, 1 SPPG di Biduk-biduk, 3 SPPG di Teluk Bayur, 2 SPPG di Tabalar, dan 1 SPPG di Batu Putih.