BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, meresmikan Pasar Rakyat Merah Putih sekaligus meluncurkan program Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Sabtu (20/9/2025).
Pasar ini nantinya menjadi rumah untuk program Koperasi Merah Putih di kampung tersebut.
Pemerintah Kampung Bukit Makmur berhasil mengumpulkan dana Rp1,3 miliar untuk pembangunan Pasar Rakyat Merah Putih itu melalui Dana Desa (DD), Alokasi Dana Kampung (ADK), dan sumbangan perusahaan tambang di sekitar kampung.
“Visi kampung ini bisa dijadikan percontohan untuk kampung lain,” kata Sri Juniarsih.
Dia menginginkan keberadaan pasar baru tersebut dapat menumbuhkan gairah ekonomi kampung. Hal itu juga untuk menjawab kebutuhan pasar yang diimpikan para warga dalam menyalurkan hasil pertanian.
“Jadi, hasil pertanian dan perkebunan bisa dijual di sini,” ucapnya.
Sri Juniarsih memastikan, kampung yang menginginkan pola serupa akan mendapatkan dukungan penuh pemerintah. Pihaknya akan memberikan acuan dalam teknis pembangunan dan skema kerja sama pasar rakyat.
“Usulkan saja, proposalnya akan kami pertimbangkan. Silakan kampung melalui kakam menyusun usulannya,” kata bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal tersebut.
Kepala Kampung Bukit Makmur, Saidin Saputra, melaporkan, bangunan anyar tersebut telah diisi oleh para pedagang dan telah beroperasi pasca peresmian.
Bangunan yang diselesaikan dalam dua tahun itu didesain dapat diisi 16 pedagang. Rinciannya, terdapat 8 lapak untuk pasar basah dan sisanya kios untuk berjualan sembako.
Sebelumnya, terdapat 10 kios yang dibangun oleh pemerintah kampung untuk para pedagang pasar kering dan kuliner.
“Alhamdulillah ini jadi jawaban dari program prioritas pemerintah pusat,” imbuhnya.
Dia menambahkan, bangunan tersebut disewakan kepada setiap pedagang dengan membayar sewa Rp350.000-1.000.000 dan disetor ke Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Nantinya, biaya sewa tersebut akan masuk dalam kas kampung dan dicatat sebagai Pendapatan Asli Kampung (PAK).
“Ini mendorong kampung kami menjadi kampung mandiri,” ucapnya.
Secara ekonomi, kawasan tersebut dipadati sekitar 900 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa. Dia meyakini, kepadatan penduduk tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian kampung.
“Sebenarnya lebih dari 3 ribu jiwa karena banyak juga karyawan yang bekerja di perusahaan,” ucap dia.
Dirinya pun berterima kasih atas peran semua pihak, termasuk perusahaan yang berkomitmen membantu pemerintah kampung untuk mendirikan bangunan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan dukungan atas kreativitas para pengurus kampung.
Menurutnya, ide kreatif dan inovatif di kampung dapat menjadi contoh bagi banyak kampung lainnya dalam mendorong kemandirian ekonomi. (*/Adv)
