TANJUNG REDEB – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengeluarkan imbauan waspada kepada masyarakat.
Peringatan ini ditujukan khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir dan sepanjang daerah aliran sungai (DAS) terkait potensi terjadinya banjir rob pada hari ini, Sabtu (12/7/2025).
Peringatan ini dikeluarkan menyusul prakiraan terjadinya puncak pasang air laut tertinggi yang diprediksi mencapai ketinggian 2,8 meter. Menurut data BMKG, puncak pasang tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA pagi ini.
Informasi ini merupakan bagian dari Prakiraan Pasang Surut untuk area Muara Sungai Berau yang berlaku untuk periode 11 hingga 20 Juli 2025.
Sebagai perbandingan, surut terendah dalam periode ini diprakirakan akan terjadi pada 14 Juli mendatang dengan ketinggian hanya 0,3 meter.
Menyikapi potensi dampak dari pasang tertinggi hari ini, BMKG Berau memberikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga di area terdampak diminta untuk selalu siaga terhadap potensi naiknya air laut ke daratan yang dapat menggenangi pemukiman dan area beraktivitas.
“Bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah pesisir dan daerah aliran sungai, harap waspada akan potensi terjadinya banjir rob pada saat pasang tertinggi,” sebut BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat serta unit penanggulangan bencana untuk mengantisipasi risiko yang mungkin ditimbulkan.
BMKG juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan gelombang terkini dari sumber-sumber resmi BMKG Berau. Langkah ini penting untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan demi keselamatan bersama. (*)
