BERAU TERKINI – Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Berau, Jakariya, menegaskan, masuknya nama besar seperti Madri Pani (MP) ke dalam struktur pengurus partai sama sekali tidak menimbulkan kekhawatiran di internal.
Alih-alih merasa tersaingi, Jakariya justru melihat kehadiran Madri Pani sebagai amunisi baru untuk meningkatkan elektabilitas partai besutan Prabowo Subianto tersebut.
Pada Pilkada 2024, Gerindra Berau memiliki setidaknya tiga kader yang digadang-gadang berpotensi memegang tiket bakal calon kepala daerah, yakni Jakariya sendiri, Rusiyanto, dan Muhammad Ichsan Rapi.
Kehadiran Madri Pani, yang merupakan kader senior dari Partai NasDem, kini menambah panjang daftar tokoh potensial Gerindra.
Jaka menyampaikan pandangannya bahwa kehadiran Madri Pani adalah aset.
“Karena MP punya loyalis yang jelas, waktu Pileg dia berhasil kumpulkan 5 ribu suara di Dapil IV,” kata Jaka kepada Berauterkini, Rabu (26/11/2025).
Jaka menekankan, dirinya dan kader lainnya adalah kader komando yang siap menaati setiap instruksi dan keputusan partai dalam pertarungan politik mendatang.
“Kami ini kader komando. Apapun yang diputuskan partai harus kami ikuti,” sebutnya.
Menurut Jaka, banyaknya kader potensial di Gerindra justru merupakan kekuatan, bukan kebingungan.
Kekhawatiran sejati muncul ketika sebuah partai tidak memiliki tokoh mumpuni untuk bertarung, yang bisa menyebabkan partai kehilangan kursi di parlemen atau gagal mengusung kader di Pilkada.
“Kalau surplus kan bagus, banyak mataharinya, makin terang jalannya,” ucapnya optimis.
Lebih lanjut, Jaka mengingatkan, tujuan utama kader dalam berpolitik adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baginya, tidak ada tujuan yang lebih penting selain membawa kesejahteraan bagi masyarakat, baik melalui kursi eksekutif maupun legislatif.
“Yang terpenting tau visi partai dalam menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
