BERAU TERKINI – Kemenag Berau ungkap akan segera melaksanakan Rukyatul Hilal atau pengamatan bulan baru untuk penentuan 1 Ramadan.

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono mengatakan pelaksanaan Rukyatul Hilal pada 17 Februari mendatang yang dimulai pukul 16.00 WITA.

Lokasi rukyatul hilal akan dilakukan di Masjid Agung Baitul Hikmah, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb, Berau.

“Kita itu pemerintah menggunakan metode yang Rukyatul Hilal itu maksudnya memantau di seluruh penjuru tanah air itu akan dipantau keberadaan hilal bulan itu, muncul atau tidak,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Selasa (10/2/2026).

Untuk menentukan visibilitas hilal, pemerintah tergabung dalam anggota MABIMS, yaitu Forum Kementerian Agama Dunia yang beranggotakan 4 negara ASEAN, yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura.

Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono (Adrikni Sholikhati/BT)
Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono (Adrikni Sholikhati/BT)

Di mana keempat negara tersebut sepakat untuk menentukan awal bulan hijriah di ketinggian 3 derajat.

“Sementara kan ada yang memahami atau ada yang menggunakan ketinggian hilal itu cukup 2 derajat, maka disitulah yang suka terjadi perbedaan,” jelasnya.

Untuk membantu proses pengamatan hilal, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada beberapa instansi terkait.

Seperti Pengadilan Agama, BMKG Berau, MUI Berau dan beberapa ormas keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Al-Washliyah.

Di tanggal 17 Februari nanti, sebelum mulai melakukan pengamatan, beberapa instansi tersebut melakukan rapat memaparkan terkait kondisi instansinya masing-masing.

“Dari pengadilan sesuai dengan domainnya pengadilan apa yang disampaikan, nanti BMKG menyampaikan kondisi alam dan segala macam itu domainnya mereka seperti apa nanti baru kementerian agama juga seperti itu,” jelasnya.

Setelah dilaksanakan rapat, semua pihak kemudian menuju menara Masjid Agung Baitul Hikmah untuk melihat hilal jelang waktu Magrib.

Menurut Kabul Budiono, alat pemantauan hilal di Berau sejauh ini dalam kondisi bagus, standar, dan tidak ada kendala.

Pihaknya mengaku kendala dalam memantau hilal biasanya terjadi karena faktor cuaca yang tidak bersahabat.

“Yang penting memang tidak terkendala dengan cuaca, tidak terkendala dengan mungkin awan ya, nutup dan segala macam itu Insya Allah bisa saja itu,” tutupnya.