BERAU TERKINI – Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Bidukbiduk diproyeksikan menjadi gerbang laut baru yang strategis di Kabupaten Berau.

Kapal Roll-on/Roll-off (Roro) hingga kapal penumpang KM Sabuk Nusantara direncanakan akan segera bersandar di dermaga tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengungkapkan, kedua jenis kapal tersebut telah masuk dalam skema operasional dermaga. 

Selain sebagai jalur logistik barang, dermaga anyar ini juga diperuntukkan bagi mobilitas penumpang, khususnya mereka yang datang dari Sulawesi Tengah.

“Memang kebanyakan dari sana, penumpang dari Kabupaten Palu,” kata Andi kepada Berauterkini.

Kehadiran dermaga ini dinilai sangat strategis karena dapat memangkas waktu perjalanan menuju Pulau Sulawesi. 

Selama ini, masyarakat di wilayah pesisir Berau dan sekitarnya biasanya harus menempuh perjalanan darat terlebih dahulu menuju pelabuhan di Bontang, Kutai Timur.

“Sebelum jalan yang dari Kutim-Bidukbiduk tersambung, kami sudah siapkan dermaganya,” ujar Andi.

Ia optimistis dermaga ini akan menjadi magnet bagi wisatawan maupun pendatang dari Sulawesi. 

Selain itu, sektor ekonomi diyakini akan ikut terangkat karena para pengusaha kini memiliki jalur pengiriman barang yang lebih efisien secara biaya.

“Bisa menekan angka transportasi, ini menarik bagi para pengusaha,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Andi Ewang ini menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar beberapa waktu lalu. 

Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan dalam waktu dekat, Kapal Roro 33 sudah bisa mulai bersandar di Teluk Sulaiman.

“Semoga rekomendasinya dari pusat cepat keluar,” ungkapnya.

Selain kapal berukuran besar, fasilitas dermaga ini juga dapat dimanfaatkan oleh kapal-kapal wisata yang melayani rute ke Pulau Kaniungan. 

Meski menggunakan fasilitas pemerintah, sistem pengelolaannya tetap melibatkan masyarakat setempat.

Penumpang yang hendak berwisata ke Pulau Kaniungan tetap diwajibkan membeli tiket melalui pemerintah kampung. 

Pihak pengelola pelabuhan hanya akan menarik biaya pajak penggunaan dermaga tambat sebesar Rp2.000 per orang.

“Sepenuhnya dikelola oleh kampung,” tegas Andi. (*)