BERAU TERKINI – Fraksi Gerindra DPRD Kaltim menyoroti peningkatan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kaltim. Padahal, persentase penduduk miskin Kaltim turun dari 6,11 persen pada 2023 menjadi 5,78 persen pada 2024.

Sorotan itu disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, dalam Rapat Paripurna ke-19, Selasa (17/6/2025).

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat miskin semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sementara ketimpangan semakin tajam,” tegasnya.

Ia menyebut, meskipun persentase penduduk miskin Kaltim turun, hal itu tidak diiringi dengan kondisi yang lebih baik. Juru bicara Fraksi PKB, Sulasih, juga menyoroti efektivitas anggaran. Ia mencatat, sejumlah bidang, seperti pendidikan dan pekerjaan umum, masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi anggaran.

“Cukup banyak anggaran yang tidak terserap. Mohon dijelaskan apa penyebabnya? Fraksi PAN-Nasdem mengingatkan agar pemerintah daerah melakukan optimalisasi belanja daerah. Support pada UMKM atau usaha ekonomi produktif akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Abdul Giaz, perwakilan Fraksi PAN-Nasdem. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)