BERAU TERKINI – Kemunculan Paus Orca di perairan Pulau Maratua dalam beberapa pekan terakhir menyita perhatian publik.
Bukan sekadar tontonan langka, fenomena ini dinilai menyimpan pesan penting tentang kondisi ekosistem laut, sekaligus peluang besar bagi pariwisata bahari Kabupaten Berau.
Selama ini, Pulau Maratua dikenal sebagai surga penyelam dengan sekitar 40 titik diving kelas dunia.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mengingatkan agar fenomena tersebut tidak hanya dipandang sebagai momen viral di media sosial.
“Ini harus dikaji secara ilmiah. Apakah mereka hanya melintas atau ada perubahan pola migrasi akibat faktor lingkungan, termasuk perubahan iklim global,” kata Rudi.

Menurutnya, keberadaan Paus Orca bisa menjadi indikator ekosistem laut Maratua sedang berada dalam kondisi tertentu.
Bisa jadi, kata Rudi, karena melimpahnya plankton dan ikan sebagai rantai makanan di kawasan Maratua.
“Kalau rantai makanannya sedang kaya, tentu ini kabar baik bagi sektor perikanan dan pariwisata. Tapi kalau ada anomali iklim, kita harus waspada dan menyiapkan langkah antisipasi,” jelasnya.
Rudi menekankan pentingnya kolaborasi antara dinas pariwisata dan instansi kelautan provinsi untuk melakukan riset terpadu.
Data ilmiah, menurutnya, menjadi kunci agar pemerintah tidak hanya merasa bangga sesaat, tetapi mampu merumuskan kebijakan berbasis konservasi.
Di sisi lain, ia juga melihat peluang promosi yang luar biasa bagi Maratua.
Orca dikenal sebagai mamalia laut yang cerdas dan sosial, namun sangat sensitif terhadap gangguan.
“Kalau ini bisa kita kelola dengan bijak, tentu menjadi daya tarik luar biasa. Tapi jangan sampai euforia justru merusak,” pungkasnya. (*)
