BERAU TERKINI – Para orang tua diimbau untuk lebih peka dan waspada terhadap perubahan perilaku pada anak remaja. Menurut psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, beberapa perubahan bisa menjadi tanda-tanda awal depresi yang memerlukan penanganan serius.
Psikiater Sri Purwatiningsih baru-baru ini membagikan panduan bagi para orang tua untuk mendeteksi gejala depresi sejak dini.
Tujuannya adalah untuk mencegah kondisi mental remaja memburuk hingga ke tahap yang lebih membahayakan.
Berikut adalah tiga tanda utama yang perlu diwaspadai:
Pertama, adanya perubahan suasana hati yang signifikan, di mana wajah anak selalu tampak sedih atau murung secara terus-menerus.
Kedua, remaja tersebut mulai kehilangan minat pada hobi atau aktivitas yang sebelumnya sangat ia nikmati.
Ketiga, anak sering mengeluh atau terlihat mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
Sri menegaskan, jika kondisi ini berkembang hingga anak mulai menunjukkan pikiran untuk bunuh diri, orang tua harus segera mengambil tindakan.
“Kalau sudah ada pikiran-pikiran bunuh diri sebaiknya harus langsung berobat,” kata Sri.
Ia menjelaskan bahwa penanganan sejak dini dengan berkonsultasi kepada ahli sangat penting. Namun, fondasi utama bagi pemulihan remaja tetap berada di lingkungan keluarga.
“Komunikasi yang terbuka dan dukungan penuh dari keluarga menjadi fondasi terpenting,” tutupnya.
Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan dukungan kesehatan jiwa, jangan ragu untuk menghubungi hotline Pujasera (Peduli Jiwa Selamatkan Harapan) melalui telepon atau WhatsApp di nomor 0811-5800-8887. Layanan ini tersedia 24 jam dan kerahasiaan Anda terjamin.
