BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau kini berfokus mengoptimalkan fungsi ruang depo buku sebagai pusat sirkulasi koleksi dan edukasi, di tengah efisiensi anggaran pengadaan buku.
Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan bahwa depo buku tidak boleh hanya menjadi tempat penyimpanan pasif, tetapi harus dimanfaatkan secara produktif.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar ruang depo buku tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai area rotasi koleksi dan pusat distribusi buku ke perpustakaan kampung,” ujarnya.
Menurut Yudha, sistem rotasi koleksi menjadi strategi efektif agar masyarakat di seluruh wilayah Berau dapat menikmati bacaan yang bervariasi tanpa harus selalu bergantung pada pengadaan buku baru.
“Setiap bulan kami menukar sebagian koleksi antara depo dan perpustakaan kampung. Ini cara sederhana tapi efektif untuk menjaga minat baca tetap hidup,” tambahnya.
Selain itu, Dispusip juga tengah menata ulang sistem inventarisasi dan digitalisasi data di depo agar proses pelacakan dan pelayanan peminjaman menjadi lebih cepat.
Yudha menegaskan, depo buku bukan lagi sekadar gudang, melainkan “jantung” dari sirkulasi literasi di Berau.
Untuk membuatnya lebih hidup, Dispusip berencana menjadikan depo buku sebagai lokasi kegiatan literasi, seperti bedah buku dan pelatihan literasi digital, agar ruang tersebut lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin menciptakan suasana di mana setiap ruang di perpustakaan punya nilai edukatif dan sosial. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tapi juga tentang membangun interaksi dan pengetahuan bersama,” tutup Yudha. (adv)
