BERAU TERKINI – Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 yang digelar sejak 15 Januari hingga awal Februari, Satuan Lalu Lintas Polres Berau berhasil mengamankan 50 kendaraan roda dua.
Dari jumlah tersebut, 49 di antaranya kedapatan menggunakan knalpot brong.
Kasatlantas Polres Berau, AKP Rhondi Hermawan, mengungkapkan, operasi ini tak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga upaya preventif menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
“Alhamdulillah, selama operasi tidak ada kenaikan angka kecelakaan lalu lintas. Artinya, situasi relatif terkendali,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Meski angka kecelakaan tidak meningkat, jumlah tilang justru mengalami kenaikan.
Hal itu karena petugas lebih masif melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, khususnya knalpot brong dan aksi balap liar.

Sementara untuk pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, pihaknya masih mengedepankan teguran simpatik, kecuali bagi pelanggar berulang.
Rhondi menegaskan, knalpot brong dan balap liar masih menjadi atensi serius.
Dalam kurun tiga bulan terakhir, pihaknya mengamankan puluhan kendaraan sebagai barang bukti.
“Dari 50 kendaraan yang diamankan, 49 di antaranya kasus knalpot brong. Ini jadi pelanggaran paling dominan,” terangnya.
Ia menyebut, aksi balap liar kerap terjadi pada malam hari, terutama di akhir pekan dan selama Ramadan.
Beberapa titik yang rawan di antaranya kawasan Masjid Agung Baitul Hikmah dan Jalan Pulau Sambit.
“Biasanya para pelaku mulai berkumpul sekitar pukul 22.00 hingga dini hari. Ketika kita patroli, mereka langsung membubarkan diri. Tapi trennya sudah jauh berkurang,” ujarnya.
Dia menambahkan, pelaku balap liar yang berhasil diidentifikasi didominasi usia produktif, mulai remaja di bawah umur hingga sekitar 30–40 tahun.
Sebagai bentuk efek jera, seluruh kendaraan yang terjaring diamankan selama tiga bulan.
Kebijakan ini telah dikoordinasikan dengan pihak pengadilan dan kejaksaan.
“Jika selama tiga bulan tidak diselesaikan proses tilangnya, silakan diambil di Kejaksaan. Adapun knalpot brongnya akan dimusnahkan,” pungkasnya. (*)
