BERAU TERKINI – Warga RT 14, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, memanfaatkan momen reses Anggota DPRD Berau, Arman Nofriansyah, untuk menyuarakan kebutuhan mendesak di lingkungan mereka.

Mulai dari jalan gang yang rusak, atap masjid yang mulai lapuk, hingga minimnya penerangan jalan umum (PJU) menjadi aspirasi utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut.

Kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 itu digelar di Jalan Swoembat, Senin (9/2/2026) malam. 

Menariknya, sebelum menanggapi satu per satu usulan masyarakat, Arman menegaskan kehadirannya dalam reses bukan sekadar formalitas atau ajang menebar janji.

“Saya mungkin baru hadir di sini. Tapi justru karena itu saya tidak ingin reses hanya menjadi tempat janji-janji tanpa realisasi,” ujar Arman.

Ia menyebut, kondisi jalan lingkungan menjadi keluhan paling dominan.

Banyak gang permukiman yang rusak, berlubang, dan licin saat hujan, sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

“Mayoritas aspirasi berkaitan dengan perbaikan jalan gang. Kondisinya sudah tidak layak dan cukup membahayakan, terutama ketika musim hujan,” ungkapnya.

Selain infrastruktur jalan, warga juga menyampaikan permintaan perbaikan atap masjid yang dinilai sudah mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan jemaah.

“Fasilitas ibadah ini digunakan bersama. Kalau atapnya sudah rusak, tentu harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Tak kalah penting, pengadaan PJU berbasis tenaga surya juga banyak diusulkan.

Menurut warga, minimnya penerangan di sejumlah titik permukiman membuat lingkungan rawan tindak kriminal dan kecelakaan pada malam hari.

“PJU tenaga surya banyak diminta warga. Selain ramah lingkungan, penerangan ini sangat penting untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan,” jelas politisi PKB tersebut.

Arman menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran di DPRD Berau.

“Aspirasi masyarakat ini akan saya tampung dan perjuangkan. Tentu nanti disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Teluk Bayur yang aktif menyampaikan kebutuhan lingkungannya secara langsung dalam forum reses.

“Reses adalah momen penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat,” ujarnya.

Arman berharap, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin agar program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.

“Kami ingin pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Karena itu, masukan langsung seperti ini sangat penting,” pungkasnya. (*/Adv)