BERAU TERKINI – Citra angker dan menakutkan yang selama ini melekat pada Pulau Nusakambangan perlahan luntur, berganti dengan citra produktivitas dan harapan baru.
Para warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) tersebut kini sibuk menjadi ‘pengusaha’ yang terampil, mengolah limbah menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi.
Transformasi ini merupakan buah dari kolaborasi antara Kementerian Hukum dan HAM dengan PT PLN (Persero). Melalui sebuah workshop, para warga binaan dilatih mengelola abu sisa pembakaran batu bara atau FABA dari PLTU Adipala menjadi produk seperti paving block dan batako.
Program ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan asa untuk masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
“Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin Ruben Rafael, salah seorang warga binaan.
Rasa optimisme serupa juga diungkapkan oleh Listianto, warga binaan lainnya, yang melihat program ini sebagai jalan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri.
“Saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Program pemberdayaan ini mendapat apresiasi tinggi dari para pejabat yang meninjau langsung lokasi workshop pada Selasa (9/9/2025). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengaku sangat terkesan dengan kualitas kerja para warga binaan.
“Produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.
Dengan potensi omzet mencapai Rp5,4 miliar per tahun, program ini diharapkan dapat mengubah Nusakambangan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.
“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional,” pungkas Darmawan. (adv)
