BERAU TERKINI – Berikut ini cerita Meita Rahmawati yang mengembangkan Noona Shop, toko pernak-pernik K-Pop di Berau.

Noona Shop merupakan toko di Berau yang menjual berbagai macam pernak pernik Korean Pop atau K-Pop.

Pemilik Noona Shop, Meita Rahmawati menjelaskan awal mula membangun usaha ini di tahun 2020 saat COVID-19 menyerang.

Ketertarikannya pada K-Pop dan kondisi sedang di rumah saja saat itu membuatnya tertarik untuk menjual pernak pernik korea lewat Facebook.

“Awal mulanya pas COVID tuh tahun 2020, kan nganggur ya di rumah, ‘ngapain aku bilang? jadinya jual lah iseng-iseng kaya masih pernik-pernik pensil-pensil, lalu pulpen-pulpen pokoknya masih mini-mini, photocard, eh rame di Facebook,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Kamis (22/1/2026).

Awal menjual pernak pernik tersebut hanya di depan rumah saja dan mulai banyak orang datang untuk membeli.

Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)
Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)

Saat ini, ia sudah mempunyai toko sendiri yang berisikan macam-macam barang K-Pop yang terletak di Jalan Gunung Panjang No. 300, Tanjung Redeb, Berau.

Tak hanya berjualan di toko, ia juga sering membawa dagangannya itu ke GOR Pemuda agar bisa lebih dikenal lagi.

“Aku dulu juga sering kadang bawa ke gor biar dikenal-kenal orang, acara-acara, sampai berkembang lama-lama menyicil sedikit, putar-putar terus modalnya sampai bisa begini,” jelasnya.

Meita Rahmawati mengatakan barang dagangannya didatangkan dari Samarinda, Surabaya, bahkan Jakarta. Aksesoris yang ia jual bermacam-macam mulai dari photocard, poster, hingga boneka.

Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)
Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)

Ia menyebut barang yang paling laris adalah photocard yang sangat disukai oleh anak-anak. Peminat barang usahanya ini bahkan sudah sampai Pulau Derawan dan Kampung Tubaan.

Untuk omzet, ia menyebut omzet harian tidak menentu, ditambah akhir-akhir ini tokonya banyak libur. Namun untuk omzet bulanan bisa menyentuh angka Rp 5 juta per bulan.

“Kalau rame-ramenya biasanya ya Rp 4-5 juta pernah sebulan kalau lagi rame banget,” katanya.

Harga barang yang paling murah di tokonya ada di harga Rp 500 perak hingga paling mahal Rp 300 ribu.

“Kita enggak jual yang official-nya sih unofficial aja jadi standar-standar aja,” ujarnya.

Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)
Pernak-pernik K-Pop yang dijual Noona Shop (Adrikni/BT)

Ia mengatakan usaha seperti ini masih sering dipandang sebelah mata karena sering diragukan pendapatannya oleh orang-orang sekitar.

Namun menurutnya usaha seperti ini mudah mengatur jadwalnya dan kerjanya cenderung santai

“Enggak ada yang terlalu dikejar-kejar banget jadi kita sukanya kerja yang santai,” katanya.

“Orang-orang juga enggak tau penghasilan jelasnya kita, intinya mereka taunya usaha kayak gitu kadang kalau sepi kan dilihat orang-orang kenapa sih buka kayak gitu udah bilang korea-korea enggak jelas,” tambahnya.

Ia berharap usahanya ini bisa lebih berkembang dan lebih dikenal lagi khususnya oleh pencinta Korean Pop.

“Semoga sih semakin bisa berkembang lagi, semakin banyak dikenal kayak kpop-kpop gitu kan korea-korea selain korea sih aksesoris juga banyak sih,” harapnya.