BERAU TERKINI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat bisnis kudapan khas lebaran di Kabupaten Berau mulai menunjukkan tren positif.

Kue kering menjadi salah satu buruan utama warga untuk menyemarakkan ruang tamu saat hari kemenangan tiba. 

Fenomena ini dirasakan langsung oleh Novita Safitri, pemilik toko kue lokal Opi Cake, yang mengungkapkan pesanan sudah mulai mengalir deras bahkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Di antara berbagai varian yang ditawarkan, nastar tetap kokoh menempati posisi sebagai primadona yang paling banyak dicari oleh pelanggan.

Novita mengaku telah mengolah sedikitnya 4 kilogram adonan nastar sejak sebelum puasa hingga memasuki pekan ketiga ini untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

“Dari tahun kemarin nastar itu kan paling primadona di antara kue lainnya,” ujar Novita.

Selain nastar yang legendaris, Opi Cake juga menyajikan delapan pilihan varian modern lainnya untuk memanjakan lidah pembeli.

Ragam pilihan tersebut mulai dari cokelat stik, lidah kucing Nutella, lidah kucing original, susu Dancow cheese, hingga sagu keju lumer.

Dari setiap 2 kilogram adonan, Novita mampu memproduksi sekitar 15-20 stoples berukuran 500 ml untuk satu jenis varian saja.

Lonjakan pembeli mulai terasa signifikan pada minggu kedua puasa.

Pada periode tersebut, banyak pelanggan yang mulai mengamankan pesanan mereka agar tidak kehabisan stok menjelang hari raya.

“Minggu kedua bulan puasa itu sudah banyak yang minta simpankan,” ungkapnya.

Menariknya, meski jumlah varian yang diproduksi tahun ini tidak sebanyak tahun lalu yang mencapai 15 jenis, minat pembeli justru tercatat lebih tinggi.

Hingga pertengahan bulan puasa, antusiasme warga tetap stabil bahkan meningkat.

Beberapa pelanggan setia bahkan kedapatan memborong hingga 12 stoples sekaligus dengan berbagai varian rasa dalam sekali transaksi.

“Kalau perbandingan lebih banyak tahun ini, Alhamdulillah penjualanku bagus saja tahun ini,” ucap Novita.

Kualitas rasa kue kering buatan Opi Cake ini rupanya sudah terdengar hingga ke luar wilayah Tanjung Redeb.

Jangkauan pengirimannya kini telah merambah hingga ke Balikpapan, serta wilayah pesisir dan kepulauan seperti Segah dan Pulau Derawan.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada sisi finansial, di mana dalam dua minggu awal berpuasa saja, Novita telah berhasil meraup keuntungan sekitar Rp5 juta.

Angka tersebut diakui belum mencakup keseluruhan omzet yang akan didapat hingga malam takbiran nanti.

“Ini enggak secara keseluruhan, kalau ini setengahnya saja dulu karena kan sudah mau habis nih ya,” tutupnya. (*)