BERAU TERKINI – Kondisi keamanan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 jadi sorotan usai aksi balas dendam kartel CJNG.

Kematian gembong narkoba El Mencho oleh operasi militer Meksiko memiliki efek domino.

Tak hanya dampak langsung yakni aksi balas dendam kartel CNJG yang merusak kota Jalisco dan Guadalajara, tapi juga dampak jangka panjang.

Dampak jangka panjang yang dimaksud adalah sorotan komunitas internasional soal kemampuan Meksiko menjaga keamanan jelang Piala Dunia 2026.

Diketahui penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tinggal hitungan bulan. Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat bakal menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 pada bulan Juni nanti.

Di mana Guadalajara merupakan salah satu kota di Meksiko yang menjadi penyelenggara tuan rumah Piala Dunia 2026.

Kota Guadalajara bakal menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan Piala Dunia 2026 seperti laga Meksiko vs Korea Selatan hingga laga Uruguay vs Spanyol.

Dilansir laporan Marca, keraguan atas kemampuan tuan rumah Meksiko dalam menjaga keamanan mulai muncul usai kericuhan yang terjadi di beberapa kota akibat ulah kartel CJNG.

“Kerusuhan itu menimbulkan tanda tanya soal jaminan keamanan dari pihak penyelenggara Piala Dunia 2026,” tulis laporan Marca.

Otoritas Meksiko memang tengah gencar meningkatkan aspek keamanan di sejumlah kota yang menjadi venue Piala Dunia 2026.

Namun aksi para anggota kartel CJNG yang merusak sejumlah fasilitas umum di Kota Guadalajara memberi gambaran bahwa upaya peningkatan keamanan itu tidak cukup.

“Sebenarnya Meksiko sudah meningkatkan keamanan di Guadalajara seperti penambahan kamera pemantau, dan penambahan petugas patroli,” tulisnya.

“Tetapi peningkatan keamanan itu terbukti tidak cukup usai aksi yang dilakukan kartel CJNG,” jelasnya.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari FIFA soal penyelenggara Piala Dunia 2026.

Hingga saat ini, FIFA belum memutuskan perubahan venue Piala Dunia 2026 di Meksiko.