BERAU TERKINI – Momentum apel perdana pasca libur Lebaran 1447 Hijriah menjadi panggung penting bagi Bupati Berau, Sri Juniarsih, untuk menegaskan arah kebijakan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau.
Memimpin jalannya apel pada Senin (30/3/2026), Sri Juniarsih memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan penataan birokrasi melalui rencana mutasi tahap kedua dan ketiga, sekaligus membuka lebar pintu promosi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki dedikasi tinggi.
Bupati perempuan pertama Berau ini menegaskan, pemerintah daerah tidak akan pernah menghalangi rezeki atau jenjang karir para pegawainya.
Namun, selama hal tersebut dibarengi dengan bukti kinerja yang nyata dan kompetensi yang mumpuni.
Dalam sistem manajemen talenta yang kini diterapkan, ASN didorong untuk proaktif meningkatkan kapasitas diri melalui sertifikasi dan asesmen sebagai syarat formal kenaikan jabatan.
Meski begitu, Sri Juniarsih memberikan catatan kritis agar perolehan sertifikat tersebut bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Tetapi, sertifikasi dan asesmen harus benar-benar mencerminkan peningkatan kemampuan teknis di bidang masing-masing.
Terkait latar belakang pendidikan, sertifikasi dan asesmen mengingatkan agar gelar akademik mulai dari strata S1 hingga S3 yang dimiliki para ASN tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atau gelar simbolis.
Sebaliknya, pendidikan tinggi tersebut harus menjadi katalisator yang memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap penguasaan teori di bangku kuliah dapat diimplementasikan secara konkret dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi di setiap OPD demi kemajuan Bumi Batiwakkal.
Setiap pegawai diminta untuk tidak hanya diam menunggu nasib, melainkan berani mengangkat diri melalui prestasi kerja yang terukur.
“Pendidikan akademik, sertifikasi yang bapak ibu ikuti, itu akan merupakan pelengkap, penguat untuk bapak ibu bisa menjadi ASN yang memiliki jabatan lebih tinggi dengan mengikuti asesmen terlebih dahulu,” tegas Sri Juniarsih.Ia juga meyakinkan bahwa setiap pencapaian akademik akan mempermudah proses asesmen di masa depan, asalkan dibarengi dengan integritas yang tinggi. (*)

