BERAU TERKINI – Pasca menyelesaikan safari pembangunan di lima kecamatan Pesisir Selatan, Bupati Berau Sri Juniarsih melanjutkan agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 di Kecamatan Sambaliung, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Dalam forum tersebut, Sri Juniarsih meneguhkan komitmen pemerintah untuk tetap mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia, meski diperhadapkan pada realitas efisiensi anggaran daerah.
Sri Juniarsih mengatakan, pada tahun ini, pemerintah fokus pada penuntasan infrastruktur dasar, seperti pemenuhan air bersih, jaringan listrik, dan akses jalan secara merata di wilayah Sambaliung.
Selain itu, dukungan terhadap sektor perikanan tangkap serta pengembangan sektor perkebunan unggulan seperti kakao dan kelapa dalam juga menjadi prioritas.
“Pemerintah tetap komitmen untuk melakukan pembangunan,” tegasnya.

Secara spesifik di bidang infrastruktur fisik, rencana pembangunan mencakup jalan usaha tani, penguatan tebing jalan, drainase, hingga irigasi.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menargetkan penyelesaian pembangunan Kantor Kelurahan Sambaliung serta peningkatan jalan lingkungan di sejumlah kampung.
“Semoga tahun ini anggaran bisa maksimal untuk pembangunan infrastruktur bagi masyarakat ini,” harap Sri Juniarsih.
Sektor pendidikan juga mendapat perhatian khusus dengan adanya proyeksi pembangunan gedung sekolah baru di Jalan Huda, RT 01 Sambaliung.
Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab tingginya minat serta kebutuhan daya tampung bagi calon murid tingkat SD dan SMP.
Selain membangun gedung baru, pemerintah juga akan memperbaiki kekurangan infrastruktur pendukung di sekolah-sekolah yang sudah ada.
“Ini penting sebagai dukungan pemerintah di sektor pendidikan,” ucapnya.
Sri Juniarsih tidak menampik pemotongan anggaran berdampak signifikan hingga ke tingkat kampung, terutama pada penurunan alokasi dana desa.
Namun, kondisi ini menuntut pemerintah daerah dan perangkat kampung untuk lebih kreatif serta inovatif.
Ia menekankan pentingnya memaksimalkan sumber daya alam, budaya, dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.
Sambaliung sendiri dinilai memiliki keunggulan strategis sebagai kawasan wisata sejarah sekaligus sentra pertanian dan perikanan berbasis alam.
“Potensi pariwisata, pertanian, dan perikanan harus benar-benar digarap untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli kampung,” tegas Sri Juniarsih.
Sejalan dengan hal tersebut, Camat Sambaliung, Ahmad Zuhri, membeberkan, pihaknya telah menghimpun sebanyak 790 usulan pembangunan dari 13 kampung dan satu kelurahan.
Dari ratusan aspirasi tersebut, sebanyak 80 persen atau setara 563 usulan didominasi oleh sektor infrastruktur fisik, disusul oleh sektor ekonomi sebanyak 103 usulan.
Zuhri juga menyampaikan aspirasi para petani dan pekebun kakao yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Ia berharap adanya bantuan bibit tanaman kakao dan pupuk untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung.
“Ini selaras dengan arahan pemerintah,” pungkasnya. (*)
