BERAU TERKINI – Guyuran hujan deras yang melanda Kabupaten Berau, khususnya Kecamatan Tanjung Redeb, pada sore hari dalam beberapa waktu terakhir ternyata tidak menyurutkan semangat warga untuk berburu takjil.

Meski cuaca kurang bersahabat, para pedagang di Bazar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah mengungkapkan pengunjung tetap setia berdatangan demi mendapatkan hidangan berbuka puasa.

Fenomena hujan sore hari ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha kuliner di area tersebut. 

Para pedagang mengakui, meski pembeli terus berdatangan karena kebutuhan mendesak untuk mencari menu berbuka, jumlah kunjungan cenderung mengalami penurunan dibandingkan saat cuaca cerah.

Salah satu pedagang asinan buah menuturkan, intensitas pembeli memang terasa lebih sepi saat hujan turun, namun peminat dagangannya tidak lantas hilang sama sekali.

Ia tetap memilih untuk bertahan menjajakan asinan buahnya hingga detik-detik menjelang azan Maghrib tiba.

“Ada, tapi minim,” katanya singkat, Minggu (22/2/2026).

Ketangguhan serupa juga ditunjukkan oleh Rukhin, seorang pedagang kentang tornado yang sudah menjadi penghuni tetap bazar ini setiap tahunnya.

Baginya, tantangan cuaca tahun ini tidak seberat masa pandemi lalu yang membuat seluruh aktivitas terhenti total.

“Setiap tahun cuma yang enggak masuk kemarin aja corona, yang ada corona itu kan lockdown,” kenang Rukhin mengenai perjalanan usahanya di Bazar Masjid Agung.

Walaupun harus berhadapan dengan musim penghujan di tengah bulan suci, Rukhin tetap merasa bersyukur.

Ia melihat antusiasme masyarakat Berau untuk menikmati kudapan khas Ramadan masih cukup tinggi, sehingga dagangannya tetap laku terjual.

“Ada aja Alhamdulillah,” pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan Bazar Ramadan Masjid Agung tetap menjadi magnet ekonomi dan sosial bagi warga Bumi Batiwakkal, di mana kehangatan berburu takjil tetap terasa meski di bawah rintik hujan. (*)