BERAU TERKINI – Calon pengusaha akan semakin termudahkan dengan adanya lembaga Permodalan Nasional Madani (PNM).
PNM hadir memberikan solusi bagi para ibu yang ingin memulai atau sedang mempunyai usaha kecil-kecilan, karena PNM merupakan sebuah lembaga pinjaman yang membantu memberikan modal awal usaha.
Pimpinan PNM Cabang Tarakan, Iwan Razak menjelaskan PNM memberikan bantuan berupa 3 hal utama, yaitu modal finansial, bantuan sosial, dan modal intelektual.
Bantuan sosial adalah bagaimana PNM membantu mendampingi dan mengenalkan kepada sesama pengusaha untuk saling mengenal, dikarenakan untuk mengajukan modal PNM ini diharuskan berkelompok.
Kemudian modal intelektualnya yaitu dengan terus melatih para nasaba PNM untuk bisa naik kelas.
Jika ingin bergabung dengan PNM, maka seorang nasabah harus membuat kelompoknya terlebih dahulu yang terdiri dari 10 orang per-kelompok.
“Syarat utamanya sih yang paling pertama itu karena para ibu-ibu yang kita butuhkan adalah kelompoknya,” ujarnya kepada Berauterkini.co.id, Jumat (10/4/2026).

PNM tidak terpaku pada orang yang sudah mempunyai usaha saja, tetapi mereka juga membantu orang-orang yang baru akan memiliki usaha sendiri.
“Yang punya kemauan untuk memulai usaha boleh, nanti kita latih,” katanya.
Selain dari modal, pihaknya juga akan rutin mengadakan pertemuan kelompok mingguan untuk melakukan pelatihan.
Ia menambahkan jeda antara pengajuan pinjaman modal dan pencairan cenderung cepat dan tidak memakan waktu lama.
“Begitu mulai terbentuk kelompok, kita lakukan uji kelayakan, sudah jalan,” jawabnya.
PNM bekerja sama dengan stakeholder terkait, seperti Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan BUMN sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi.
Semua jenis UMKM bebas untuk mendaftarkan diri ke PNM dan lembaga ini memang menyasar ibu-ibu prasejahtera, sehingga kalangan menengah ke atas tidak diperkenankan untuk mendaftar.
“Memang misinya PNM adalah menaikkan kelas. Begitu mereka naik kelas, setelah mereka sudah bankable, mereka harus ke bank. Kebetulan kita holding dengan BRI ya kita arahnya ke BRI,” jelasnya.
Menurutnya, tingkat keberhasilan usaha ibu-ibu setelah mendapat pinjaman PNM ini sangat memuaskan.
“Kalau menurut kami sangat luar biasa terutama untuk di Berau ini, dan itu tidak lepas dari sinergi seluruh stakeholder yang ada,” katanya.
Meskipun hasilnya luar biasa, tantangan juga kerap dihadapi oleh pihak PNM bagaimana bisa mengimbangi pertumbuhan dan semangat para ibu, sehingga bagaimana caranya program ini bisa menyasar sesuai sasarannya.
Di Kota Tarakan sendiri sudah memiliki sekitar 8 ribu nasabah, sedangkan di Berau kurang lebih hampir 2 ribu nasabah.
Ia membutuhkan dukungan seluruh pihak untuk bisa menggaungkan semangat yang tentunya untuk kepentingan para ibu bisa naik kelas lebih baik lagi dalam usahanya.
“Ya tentunya ini adalah bagian dari upaya kita untuk bisa membuka akses sebesar-besarnya demi pertumbuhan para ibu-ibu. Itu harapan kita semua,” tutupnya.

