TANJUNG REDEB – Jalan lingkungan yang belum tersentuh beton ataupun aspal menjadi momok bagi para pengguna jalan umum di Jalan Rusa, Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Segah.

Minggu (20/7/2025) tadi, Alimuddin, terdorong untuk membenahi jalan berlumpur itu secara sukarela.

Bermodal batu gunung dan mobil pikap, salah satu tokoh kampung itu menimbun jalan agar bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Dia menyebut, jalan itu merupakan jalur penyambung sekitar lebih dari 80 kepala keluarga hingga Jalan Macan.

Jalan tersebut digunakan warga untuk berkebun di Kelompok Tani Toddopoli Temmalara.

“Daripada harus mutar, ini jalan tercepat,” kata dia.

Tak mau menunggu dan berharap sentuhan pemerintah, menurutnya ketika tak ada yang mencoba untuk peduli, maka seharusnya warga sekitar dapat sadar akan pentingnya jalan tersebut.

“Daripada kecewa, baik berbuat sendiri saja,” tegasnya.

Sebenarnya, kata dia, jalan tersebut bersisian langsung dengan jalan poros yang kini sudah penuh dengan jalan beton.

Dia sadar, jalan tersebut tentu tak menjadi prioritas pemerintah. Sebab, saat ini fokus pembangunan berada di jalan poros yang menghubungkan Kampung Gunung Sari, Harapan Jaya, dan Tepian Buah. 

“Ini bukan jalan poros, makanya tidak jadi perhatian,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Suparlan Lekito, memberikan apresiasi atas bantuan sukarela tersebut.

Dia berharap, pemerintah kampung maupun kabupaten dapat melirik pembangunan jalan kampung tersebut.

Sebab, saat ini kawasan tersebut sudah semakin ramai penduduk yang bergantung dengan kondisi jalan yang baik.

Salah satu pedagang sayur keliling, Fitri, mengatakan, dirinya kerap memantau pembangunan di badan jalan kampung berupa gorong-gorong penyalur air.

Namun, ada hal yang lebih penting dari membangun drainase tersebut. Sebab, jalan lingkungan kian parah.

“Ada pembangunan drainasenya itu, pakai ADK,” sebut dia. (*)