BERAU TERKINI – Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan penyewaan mobil dinas tamu Land Rover Defender sejatinya hendak dibeli dengan dana cash.
Pada 2023 rencananya belanja itu dilakukan.
Akan tetapi, pemerintah tak memegang uang yang cukup untuk membeli mobil spesifikasi mewah itu.
Walhasil, Pemkot Samarinda memutuskan untuk melakukan sewa ketimbang harus membeli baru.
Selain urusan adminitrasi yang disebut menghambat pemerintah untuk melakukan pengadaan mobil tersebut.
“Pertanyaannya kenapa gak beli? kan bisa jauh lebih murah. Waktu mau beli itu duitnya gak ada,” ucap Andi Harun, mengutipn laporan Kata Kaltim.
Politisi Gerindra itu bilang, pilihan menyewa mobil dinas jelas sekali adalah kebijakan ideal pada masa itu. Karena anggaran terbatas.
Seperti yang warga ketahui, keputusan Pemkot Samarinda menyewa mobil operasional jenis Land Rover Defender untuk melayani tamu VIP.
Kendaraan tersebut disewa dengan biaya sekitar Rp160 juta per bulan dalam kontrak tiga tahun sejak 2023 hingga 2026.
Jika dikalkulasi secara sederhana, total nilai penyewaan kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp5,76 miliar.

Angka ini diperoleh dari perhitungan Rp160 juta per bulan dikali 36 bulan masa kontrak.
Nilai total sewa kendaraan bahkan melampaui harga kendaraan baru yang sebelumnya diperkirakan sekitar Rp4 miliar.
Walikota Samarinda berkomentar bahwa mobil dinas yang disewa pemkot itu sebenarnya juga difungsikan sebagai kendaraan dinas, bukan hanya untuk tamu saja.
“Saya kan gak pernah bilang bahwa saya tidak pernah pakai. Sejak awal saya bilang ini mobil tamu memang sering saya pakai,” tuturnya.
Sebelum bertemu awak media, Pemkot Samarinda telah menyerahkan persoalan penyewaan kendaraan tersebut ke inspektorat daerah.
Pemkot samarinda menilai langkah tersebut untuk menghindari mispersepsi (kesalahpahaman) di tengah masyarakat.
“Kalau ada salah kita akui salah. Karena bisa jadi kebenaran datang dari teman teman media, bisa datang dari staff dan pegawai di bawah,” pungkasnya.
