BERAU TERKINI – Aksi kriminalitas di Kabupaten Berau kian di luar nalar. Jika biasanya barang berharga yang menjadi incaran, kali ini batu nisan di pemakaman umum Kecamatan Teluk Bayur justru dilaporkan raib digondol pencuri.
Peristiwa janggal ini sontak memicu kehebohan di tengah masyarakat. Terlebih setelah kabar tersebut tersebar luas dan menjadi viral di berbagai grup percakapan digital.
Kegaduhan ini memicu beragam spekulasi di ruang publik. Masyarakat bertanya-tanya mengenai motif di balik pencurian benda yang dianggap sakral tersebut.
Keresahan ini tergambar jelas dari komentar salah satu netizen di grup WhatsApp yang merasa tempat pemakaman kini tidak lagi terjaga kesuciannya.
“Kuburan Muslimin sudah tidak aman lagi, tiang kuburan kembali dicuri. Itu untuk apa,” tulis netizen dengan nada geram, Senin (16/2/2026).
Merespons keresahan warga, pihak kepolisian segera mengambil langkah awal.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau, Iptu Muhammad Kasim Kahar, menyatakan, pihaknya telah menerima laporan informal yang beredar luas di masyarakat tersebut.
“Informasinya sudah kami teruskan ke Kapolsek,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno, memberikan penjelasan lebih lanjut berdasarkan hasil penelusuran awal anggotanya.
Menurutnya, isu yang kembali mencuat di media sosial tersebut disinyalir merujuk pada peristiwa masa lalu yang kembali dibahas oleh warga.
“Itu kejadiannya sudah lama,” terang Budi.
Meski disebut sebagai kejadian lama, kembali viralnya kasus ini menjadi sinyal kuat adanya keresahan mendalam di tengah masyarakat terhadap aksi kriminal yang semakin tak lazim.
Warga berharap aparat kepolisian tetap melakukan penelusuran serius guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Hal ini dirasa penting demi menjamin rasa aman bagi masyarakat, bahkan di tempat peristirahatan terakhir sekalipun.
Gusti, salah seorang warga Teluk Bayur, berharap ada tindakan tegas dari pihak berwajib untuk menjaga ketenangan di wilayah mereka.
“Semoga pelakunya dapat segera ditangkap. Karena sudah meresahkan,” tandasnya. (*)
