BERAU TERKINI – Dinamika dalam kegiatan belajar mengajar yang dilalui para guru bukan proses mudah dalam mencetak generasi emas di masa yang akan datang. 

Dibutuhkan kesabaran yang paripurna untuk memastikan ilmu bisa tersampaikan kepada murid. Ujian terberat ketika guru telah mewakafkan diri memberikan cara terbaik dalam proses pembelajaran.

Hal itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat menghadiri tabligh akbar dalam rangkaian HUT ke-80 RI yang digagas oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Berau di Masjid Agung Baitul Hikmah, Senin (25/8/2025). 

Sri Juniarsih mengatakan, profesi guru menjadi tantangan besar karena dibutuhkan kesabaran ekstra untuk mendidik siswa yang sedang dibentuk mental dan pengetahuannya melalui pendidikan. 

“Guru ini yang harus sabar. Miliki kesabaran yang lapang, meskipun sabar itu ada batasnya,” kata Sri Juniarsih. 

Sebagai bupati dengan gelar magister di bidang pendidikan, Sri Juniarsih memahami kebutuhan para guru yang punya problematika hidup yang tak jauh berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya. 

Situasi ini membuat dirinya tak akan pernah melupakan tentang perjuangan pemerintah dalam mensejahterakan para guru. Hal itu dibuktikan dengan berbagai tambahan fasilitas dan tunjangan bagi para guru di Berau. 

“Dari periode pertama, saya sudah perjuangkan nasib guru ini,” tuturnya. 

Meski intensitas program pemerintah sedikit berkurang pada periode keduanya ini, Bupati Sri memastikan efek efisiensi tak akan menurunkan semangat pemerintah untuk memperjuangkan nilai kesejahteraan para guru. 

Dia mengungkapkan, saat ini pemerintah terpaksa menyetop program pemberian insentif tambahan bagi para guru karena imbas efisiensi. 

“Tapi kesejahteraan guru akan tetap kami prioritaskan,” tegasnya. 

Dengan kondisi itu, Sri meminta kepada para guru untuk tidak patah semangat dan tetap bisa memberikan pelayanan terbaik bagi para siswa. 

Pasalnya, pemerintah saat ini sangat konsentrasi dalam program pengembangan sumber daya manusia. 

“Saya minta kepada bapak ibu, mari menjadi bagian dari pemerintah untuk melancarkan program pendidikan di Berau,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, tabligh akbar itu diisi oleh penceramah Habib Jamaluddin Fahmi Al-Jufri. Hadir pula Ketua PGRI Berau, Mardiatul Idalisah, yang ditemani sang suami Kepala Satpol PP Berau, Anang Saprani. (*/Adv)