BERAU TERKINI – Lewat pameran seni bertajuk “Merayakan Kita” karya seni dari disabilitas dimunculkan, harapan akan pameran yang inklusif di Berau.

Lampu-lampu kuning di Atara Studio sore itu memantulkan kehangatan. Cahayanya jatuh lembut ke setiap kanvas yang terpajang di dinding, menyinari 22 karya lukis istimewa hasil tangan anak-anak luar biasa dari SLB Tanjung Redeb, SMAN 2 Berau, SMKN 1 Berau, dan SMKN 2 Berau.

Setiap sapuan kuas terasa jujur, setiap warna membawa cerita tentang perasaan, imajinasi, dan keberanian untuk berbicara lewat warna.

Di tengah ruangan, beberapa pengunjung berdiri lama di depan lukisan berwarna biru lembut. Ada yang tersenyum, ada yang terdiam.

Pameran seni ini bertajuk “Merayakan Kita” yang menampilkan karya dari murid dan siswa disabilitas di Berau.

Pameran seni Merayakan Kita menampilkan karya seni dari siswa disabilitas di Berau (Ist)
Pameran seni Merayakan Kita menampilkan karya seni dari siswa disabilitas di Berau (Ist)

Pameran ini bukan sekadar ajang seni. Ia adalah selebrasi keberagaman, hasil dari rangkaian lokakarya melukis yang digelar 8–10 Oktober 2025 di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Berau.

Setelah tiga hari berproses, karya-karya itu kini dipamerkan mulai 11–18 Oktober 2025 di Atara Studio, Jalan Al-Bina, Tanjung Redeb, Berau.

Dalam pameran seni tersebut, pengunjung disambut suasana hangat aroma cat, tawa kecil anak-anak, dan musik lembut yang mengiringi langkah di antara karya.

Didukung oleh Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltimtara dan Dinas Pendidikan Kaltim, kegiatan ini lahir dari kegelisahan sederhana mengapa ruang berkarya untuk penyandang disabilitas masih begitu sempit.

Pameran seni Merayakan Kita menampilkan karya seni dari siswa disabilitas di Berau (Ist)
Pameran seni Merayakan Kita menampilkan karya seni dari siswa disabilitas di Berau (Ist)

“Anak-anak ini melukis dengan hati,” ujar Risna Herjayanti, penggagas kegiatan dari Komunitas Literasi Gerobooks Berau.

“Peserta paling muda berusia tujuh tahun. Kegiatan ini menjadi wadah yang unik karena mempertemukan kita dengan teman-teman berkebutuhan khusus dalam ruang yang setara,” tambahnya.

Pameran seni “Merayakan Kita” menjawab dengan menghadirkan ruang apresiasi, tempat anak-anak dengan segala perbedaan bisa mengekspresikan diri, berbicara lewat warna, dan didengar tanpa prasangka.

“Ini cara kami menunjukkan bahwa dari komunitas saja bisa lahir kegiatan sebesar ini. Harapan kami, ke depan pemerintah melirik kegiatan seperti ini dan mau berkolaborasi dengan Gerobooks Berau.” harapnya.(*)