BERAU TERKINI – Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Provinsi ke-8 dengan optimisme tinggi. Agenda ini menjadi momentum krusial untuk menentukan arah baru pembangunan ekonomi daerah di tengah dinamika global.

Staf Ahli Gubernur Bidang SDA Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno hadir mewakili pemerintah provinsi. Dalam sambutannya di Hotel Mercure Samarinda pada Jumat (28/11/2025) ia menekankan posisi strategis organisasi pengusaha tersebut.

Kadin dinilai bukan hanya sekadar wadah berkumpulnya para pelaku bisnis. Organisasi ini memegang peran sentral sebagai jembatan penghubung antara kebijakan pemerintah dengan eksekusi di lapangan oleh dunia usaha.

Transformasi Ekonomi Baru

Pemerintah daerah menegaskan bahwa Kalimantan Timur kini berada dalam fase transformasi ekonomi yang sangat penting. Kehadiran Ibu Kota Nusantara menjadi katalisator perubahan pola pembangunan dari yang sebelumnya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam mentah.

Arief mengajak seluruh anggota Kadin untuk mulai mengarahkan kompas bisnisnya ke sektor yang lebih berkelanjutan. Konsep ekonomi hijau dan biru kini menjadi prioritas utama untuk menjamin daya saing daerah di masa depan.

Pergeseran ini dinilai mutlak dilakukan agar Kaltim tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi global. Visi jangka panjang menuju Kaltim Emas 2045 menuntut adanya adaptasi cepat dari para pelaku usaha lokal.

Akselerator Investasi

Pemerintah membutuhkan mitra yang solid untuk mempercepat laju investasi dan perluasan lapangan kerja. Sinergi antara birokrasi dan swasta diharapkan mampu melahirkan pembangunan yang inklusif dan merata.

Arief berharap kepengurusan baru yang lahir dari musyawarah ini dapat melahirkan inovasi konkret. Ia lantas menutup arahannya dengan penekanan kuat mengenai urgensi perubahan paradigma ekonomi tersebut.

“Kaltim ingin bertransformasi menuju ekonomi hijau dan biru. Ini bukan hanya peluang, tetapi kebutuhan untuk menjawab tantangan global dan memastikan Kaltim mampu bersaing hingga 2045,” tegas Arief. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)