BERAU TERKINI – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih banyak Pemda yang belum meningkatkan serapan anggaran APBD.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan serapan anggaran APBD masih rendah. Dia mengatakan realisasi belanja atau serapan APBD baru mencapai angka 51,3 persen dari pagu anggaran.

Di mana dari total pagu anggaran APBD mencapai Rp 1.389 triliun, baru 51,3 persen yang dibelanjakan atau setara Rp712,8 triliun.

Tak hanya itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga menyoroti bengkaknya simpanan Pemda di bank yang mencapai Rp234 triliun sehingga serapan anggaran berjalan lambat.

“Ini bukan soal uangnya tidak ada, tetapi soal kecepatan eksekusi,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (20/10/2025) dikutip dari Beritasatu.

“Yang saya khawatirkan itu, belanja produktif seperti belanja modal malah turun lebih dari 31%. Padahal itu yang langsung berdampak ke pembangunan dan lapangan kerja,” tambahnya.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, seharusnya Pemda tidak menyimpan uang di perbankan nasional di Jakarta, melainkan di BPD yang ada di masing-masing daerah.

Sehingga likuiditas di tiap daerah masih bisa terjaga. “Kalau uangnya di pusat, daerah kering tuh. Businessman dari daerah enggak bisa dapat pinjaman,” ujarnya.

Lebih jauh, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah pusat sudah menyalurkan transfer ke daerah hingga Rp 644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu nasional. Dana itu kini menunggu digunakan untuk program pembangunan yang produktif.

“Uangnya sudah ada, jangan tunggu akhir tahun. Gunakan segera untuk belanja yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.