BERAU TERKINI – Anggaran MBG berpotensi akan dipotong oleh Menkeu, kenaikan harga minyak dunia jadi alasannya.

Konflik yang memanas di Timur Tengah berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Diketahui harga minyak dunia berpotensi naik usai penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel.

Jika harga minyak dunia tembus hingga 92 USD per barrel maka pemerintah pusat perlu menyesuaikan anggaran belanja.

Sebab jika tidak melakukan penyesuaian anggaran belanja maka defisit APBN terhadap PDB semakin lebar.

Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ada sejumlah mata anggaran yang berpeluang untuk dihemat atau dipotong.

Ilustrasi memasak MBG di SPPG (bgn.go.id)
Ilustrasi memasak MBG di SPPG (bgn.go.id)

Salah satunya anggaran makan bergizi gratis atau MBG.

“Kalau itu, kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu (defisit APBN) tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG,” kata Purbaya Yudhi Sadewa dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Namun Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan jika anggaran MBG dipotong maka pemotongan bukan untuk program utama dari MBG yakni belanja makanan.

Pemotongan akan diarahkan kepada program dukungan dari MBG seperti anggaran untuk membeli perlengkapan dan peralatan di SPPG.

“Ada (anggaran tak langsung) MBG yang tidak terlalu penting, misalnya beli motor, mereka (SPPG) senang, saya rugi. Misalnya, beli-beli komputer,” ujarnya.

“Tapi (anggaran) makanan, kita tidak akan melakukan (pemangkasan). Ini bukan berarti saya akan memotong MBG, enggak, tapi ada potensi,” jelasnya.