TANJUNG REDEB – Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Berau dibuat semakin nyaman. Baru-baru ini, mereka menerima bantuan alat operasional untuk meningkatkan hasil pertanian di Bumi Batiwakkal.
Tak tanggung-tanggung, Brigade Pangan Berau mendapatkan 37 bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.
Bantuan alsintan tersebut terdiri atas 10 unit traktor roda crawler, 17 unit traktor roda dua, dan 10 unit rice transplanter. Selain itu, ada pula bantuan benih padi 400 kilogram yang bakal dikelola kelompok tani binaan pemerintah.
Bantuan yang konsisten diberikan sejak awal pemerintahan Bupati Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis, menunjukkan konsentrasi pemerintah untuk melakukan transisi ekonomi daerah.
Selain sektor pariwisata, pemerintah pun terbuka dengan pembaruan sistem pertanian modern demi mendorong terciptanya iklim pertanian yang prima.
“Pertambangan sudah mulai habis masanya. Maka kita dorong pertanian dan pariwisata menjadi penopang terbarukan,” kata Gamalis.
Ketersediaan alat pertanian modern disebut sebagai langkah maju dalam memastikan swasembada pangan pada 2026. Meski, optimisme itu berdiri di tengah kondisi iklim yang semakin tak bisa diprediksi.
Hal itu membuat pemerintah hingga para petani harus mencari cara jitu untuk mendapatkan formula baru dalam memastikan hasil pangan dapat dinikmati masyarakat.
Menurut Ketua DPW PPP Kaltim ini, konsistensi dalam bercocok tanam menjadi kunci untuk memastikan stok pangan terpenuhi dari semua komoditas.
Ia pun tak ingin petani buru-buru mengubah jenis tanaman hanya karena salah satu komoditas sedang mengalami kenaikan harga di pasar.
“Jangan kalau pisang mahal, semua tanam pisang. Harus konsisten yang ditanam sekarang,” pesan dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, mengatakan, bantuan alsintan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Pertanian.
“Pengadaan yang kami tahu dari pusat, Berau cuma terima barang saja,” bebernya.
Dirinya memastikan, saat ini Brigade Pangan diberikan hak untuk mengelola lahan seluas 895 hektare untuk penanaman komoditas padi dan jagung.
Saat ini terdapat lima Brigade Pangan yang resmi di bawah Kementerian Pertanian yang ada di Berau, yakni dua kelompok di Tabalar, satu kelompok di Gunung Tabur, satu kelompok di Sambaliung, dan satu kelompok di Teluk Bayur.
“Di luar BP pun tetap kami bantu dengan bantuan hibah serupa,” terang dia.
Sebelumnya, DTPHP Berau juga menggelar sosialisasi luas tambah tanam padi bagi para penyuluh di berbagai kecamatan pada Kamis (22/5/2025).
Sosialisasi ini diharapkan menjadi katalisator dalam mendorong peningkatan produksi pangan berbasis data dan teknologi.
Plt Asisten II Sekretariat Kabupaten Berau, Warji, menjelaskan, ini merupakan upaya strategis Pemkab Berau memperkuat sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman gagal panen.
“Kita bersyukur Kabupaten Berau mendapatkan kegiatan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 895 hektare, yang tersebar di Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Tabalar,” ungkapnya.
Dia juga menyebut, bantuan dari Kementerian Pertanian yang telah diserahkan Wabup Gamalis diharapkan dapat mendongkrak produksi padi dan menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca ekstrem dan potensi penurunan produktivitas lahan.
Mengingat sektor pertanian sangat vital, pihaknya mendorong peran aktif seluruh jajaran terkait untuk melakukan pendampingan intensif kepada petani dan kelompok tani.
“Isu alih fungsi lahan, kekeringan, hingga keterbatasan SDM petani juga harus segera diatasi,” ujarnya.
Warji menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas agar petani tetap sejahtera. Selain itu, perlu didorong pengembangan sektor hilir berbasis kearifan lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Warji pun mengaku khawatir dengan kondisi lahan persawahan di Berau yang semakin terancam oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit, sarang walet, perumahan, hingga pertambangan.
“Pengalokasian lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi solusi untuk menekan laju konversi lahan dan menjaga fungsi ekologinya,” tegasnya.
Warji berharap para penyuluh dapat berperan aktif dalam menyukseskan program Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebagai langkah nyata untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat.
Dia kembali menegaskan bahwa sosialisasi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal dalam memastikan keberlanjutan pangan di Bumi Batiwakkal.
“Mari kita bersama-sama melindungi lahan subur dan memaksimalkan produktivitas pertanian kita,” pungkasnya. (*)
