TANJUNG REDEB – Penggunaan kendaraan listrik di Pulau Maratua dianggap sebagai langkah strategis dalam mengusung konsep sustainable tourism atau wisata berkelanjutan di Kabupaten Berau.
Perubahan iklim secara ekstrem saat ini dinilai bisa menjadi isu yang mendorong perubahan secara holistik di Pulau Maratua.
Ketua Yayasan Berau Lestari (Bestari), Juhriansyah, mendorong wacana tersebut agar dapat terealisasi mengingat pertumbuhan kendaraan berbahan bakar fosil masih marak di Maratua.
“Kita bisa jadi destinasi pertama kalau mencoba menerapkan itu secara serius,” kata Rian, sapaannya, Kamis (10/7/2025).
Kendaraan listrik diklaim memang sangat ramah lingkungan. Menjadi program transisi energi skala nasional.
Rian mengatakan, transisi ke kendaraan listrik telah diterapkan sejak era Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.
“Secara nasional, program ini punya banyak dukungan,” kata dia.
Menurutnya, Pulau Maratua yang eksklusif bukan hal yang mustahil untuk mengadopsi tren tersebut. Dia ingin memastikan semua pelaku bisnis di Maratua mencoba beralih ke kendaraan listrik.
Meskipun dia menyadari saat ini belum terdapat sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan sistem tersebut.
“Tapi kalau ini disambut baik, kita bisa jalan bersama,” terang Rian.
Kedudukan Berau sebagai kawasan satelit Ibu Kota Nusantara (IKN) dianggap sebagai penunjang proses peralihan yang diharap berjalan mulus.
Apalagi, saat ini semua kendaraan umum di IKN berbasis listrik. Visi keberlanjutan yang sudah jelas praktiknya di depan mata.
“Kita satelitnya, saya pikir tidak susah untuk menggagas itu,” tegasnya.
Founder Maratua Jazz and Dive Fiesta itu mengungkapkan, banyak keuntungan yang akan didapatkan bila rencana itu berjalan.
Target meningkatkan wisatawan yang ingin menghirup udara segar tanpa polusi asap kendaraan akan menjadi mudah. Sebab, kebanyakan wisatawan mencari destinasi wisata yang berbeda, unik, dan memiliki keindahan alam wisata yang memesona.
“Orang yang sumpek dengan kehidupan di kota besar, mau datang ke Maratua, karena bebas polusi,” ucapnya.
Jejaring yang dia miliki di pemerintahan pusat, ditambah dengan gedoran pemerintah daerah, dapat membuat jalan mudah membangun wacana tersebut. Tujuan akhirnya, Maratua akan ditekankan untuk menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Bisa ada aturan khusus lewat Perbup atau Perda di Maratua,” sebut dia.
Dia menyebut, masih perlu kajian mendalam terkait penggunaan kendaraan listrik secara masif karena karakteristik cuaca dan udara di Maratua yang berada di lautan lepas.
Namun, hal itu bukan penghalang karena seharusnya ada kendaraan listrik yang dapat awet lebih panjang dengan diberikan perawatan khusus.
“Di Derawan sudah mulai dari lama kan, itu masih bisa saja bertahan sampai saat ini,” kata dia. (*)
