BERAU TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Dinas Perkebunan (Disbun), tengah menyusun strategi untuk mengangkat pamor satu varietas kopi yang unik, yaitu Liberika.
Kopi ini dipersiapkan untuk menjadi salah satu komoditas unggulan dan ikon baru dari sektor perkebunan Benua Etam.
Salah satu keunggulan utama dari varietas ini adalah kemampuannya untuk tumbuh subur di dataran rendah.
Kondisi ini berbeda dengan kopi jenis arabika atau robusta yang umumnya membutuhkan dataran lebih tinggi, sehingga liberika dinilai sangat cocok dengan kondisi geografis Kaltim.
Langkah ini diambil di tengah tingginya budaya minum kopi di Kaltim, yang ironisnya sebagian besar masih dipasok dari luar daerah.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, menyebut bahwa kopi liberika memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

“Kopi liberika adalah salah satu varietas unik yang potensinya belum banyak tergali,” kata Taufiq Kurrahman, Senin (22/9/2025).
Saat ini, areal tanaman kopi di Kaltim tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Di antaranya adalah Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kabupaten Berau.
Menurut Taufiq, kopi bukan lagi sekadar minuman, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar untuk dikembangkan di Kaltim.
Disbun pun telah menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Perkebunan Berkelanjutan (FKPB) untuk menggali potensi ini.
Ia menjelaskan, untuk menghasilkan kopi berkualitas, banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari asal biji hingga metode penyeduhan.
“Semua ini harus terus digali dan dikembangkan,” katanya. (*)
