BERAU TERKINI – Hid Art Project bermula dari perkumpulan pelaku mural di Berau, kini merambah bisnis mural art.

Salah satu pendiri Hid Art Project, Seto Kumoro mengatakan bahwa Hid Art Project ini bukanlah komunitas, namun banyak orang yang mengira Hid Art Project adalah komunitas.

“Kalau Hid Art Project itu sebetulnya bukan komunitas, cuma kaya nama kami kumpulan buat mural art yang komersil,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Kamis (15/1/2026).

Awal mulanya perkumpulan ini terbentuk karena dulu mereka senang menggambar di jalanan atau yang disebut street art.

Hasil karya dari Hid Art Project (Ist)
Hasil karya dari Hid Art Project (Ist)

“Dari street art gabung enggak cuma dari anak mural tapi anak graffiti juga. Jadi gabung jadi satu di Hid Art ini sekarang,” ujarnya.

Perkumpulan ini sudah berjalan semenjak tahun 2017 lalu, dengan jumlah anggota awal sebanyak 5 orang.

Seto Kumoro menyampaikan alasan membuat Hid Art Project, salah satunya adalah bagaimana dari sebuah hobi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Menurutnya, dari hobi menjadi sesuatu yang menghasilkan uang pasti akan menyenangkan bagi anggota Hid Art Project.

Seto Kumoro menjelaskan, sampai saat ini mural art memiliki cukup banyak peminat di Berau. Sejumlah kafe, kantor hingga fasilitas umum membutuhkan jasa Hid Art Project.

“Kalau peminat sampe sekarang Alhamdulillah ada terus, dari kafe-kafe, perkantoran, rumah sampe fasilitas umum,” jelasnya.

Hasil karya dari Hid Art Project (Ist)
Hasil karya dari Hid Art Project (Ist)

Dia mengatakan, terdapat sejumlah tantangan saat tengah membuat mural art, seperti halnya pesanan gambar realis hingga besaran skala lukisan.

“Kalau bikin lukisan tegak lurus itu nah itu susah itu,” singkatnya.

Lebih jauh, dia berharap anggota Hid Art Project bisa terus bertambah serta bisa terus berkembang dalam berkesenian.

“Buat ke depannya kalau buat temen-temen itu bisa pameran sendiri pameran mural buat Hid Art Project,” tutupnya.