BERAU TERKINI – Berikut ini profil Berau Coal, perusahaan tambang batubara terbesar di Berau, Kaltim.

PT Berau Coal, salah satu nama paling dikenal di dunia pertambangan batubara di Indonesia. Ia bukan hanya tentang produksi dan ekspor, tetapi juga tentang sejarah panjang, tantangan, transformasi, dan komitmen sosial‑ekologi.

Dilansir dari laman resmi Berau Coal, perusahaan ini resmi berdiri pada tahun 1983 sebagai pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), generasi pertama, di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Konsesi awalnya cukup besar, namun berdasarkan izin usaha pertambangan khusus atau IUPK, operasi produksi Berau Coal yang berlaku dari 31 Januari 2025 hingga 26 April 2035, luas area konsesi menjadi 78.004 hektare.

Ini berarti, luas konsesi tambang Berau Coal mengalami penciutan dari semula 108.009 hektare menjadi 78.004 hektare.

Aktivitas pertambangan Berau Coal
Aktivitas pertambangan Berau Coal (YouTube/Berau Coal ID)

Pada saat itu, cadangan batubara ditambang secara berlipat ganda dengan menggunakan teknik penggalian konvensional menggunakan alat-alat seperti truk, ekskavator dan bulldozer yang diangkut dan disalurkan dengan tongkang dari 3 (tiga) terminal menuju lokasi pra-pengapalan.

Untuk mencapai sasaran dan tujuan yang sangat besar, PT Berau Coal membekali diri dengan semangat kepemimpinan dan selalu siap menghadapi dinamika perubahan serta tantangan dalam dunia usaha.

“Kami juga memiliki reputasi yang unggul dan terpercaya sebagai penyalur batubara dengan kualitas yang konsisten untuk dapat dipasarkan ke India, Cina, Korea, Jepang, Taiwan, Filipina dan negara-negara lainnya,” demikian dilansir dari situs resmi Berau Coal.

Kegiatan operasional perusahaan ini meliputi eksplorasi, pertambangan, pengolahan, penyimpanan dan penjualan batubara.

Saat ini Berau Coal memiliki konsesi seluas sekitar 108.900 – 118.400 hektare di Kabupaten Berau, lokasi tambang utama berada di Lati, Binungan, Sambarata, dan Gurimbang.

Tak Sekadar Menambang

Seiring bertambahnya usia perusahaan, Berau Coal semakin menekankan pentingnya program Corporate Social Responsibility atau CSR.

Misalnya, pembangunan infrastruktur dasar di kampung‑kampung sekitar operasi seperti jalan usaha tani, rumah layak huni, akses listrik dan air bersih, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Tak hanya itu, Berau Coal juga melakukan pengelolaan lingkungan, seperti memberikam perhatian pada reklamasi pasca tambang, pengelolaan limbah, dan program keberlanjutan lingkungan.

Berau Coal bersama mitra kerja lakukan pelatihan peningkatan produksi Kakao.
Berau Coal bersama mitra kerja lakukan pelatihan peningkatan produksi Kakao.

Berau Coal terus mencari inovasi dalam kegiatan usaha dan program sosial, dengan memperluas pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal dalam kerangka berkelanjutan.

Pengembangan UMKM, hilirisasi produk lokal seperti Rumah Cokelat Kulanta, juga Rumah Kemas Batiwakkal sebagai sentra pemasaran produk lokal menjadi contoh adaptasi terhadap konteks lokal dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Selain itu, Berau Coal juga melakukan pendekatan baru yaitu dengan memperkuat keberlanjutan dengan teknologi penambangan ramah lingkungan, konservasi, penggunaan energi bersih, dan reklamasi lahan yang lebih baik.

Dengan demikian, Berau Coal bukan sekadar perusahaan tambang batubara, namun telah menjadi entitas penting bagi ekonomi daerah dan nasional. (*)