BERAU TERKINI – Peringatan Hari Ibu menjadi momen bagi perempuan di Berau untuk terus berkarya dan mengabdi.

Peringatan Hari Ibu menjadi momentum untuk menyoroti peran perempuan yang aktif berkontribusi bagi kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi.

Di Kabupaten Berau, kiprah ibu-ibu tampak nyata, mulai dari kader Posyandu hingga ibu rumah tangga yang memanfaatkan ruang digital sebagai sumber penghasilan.

Salah satunya adalah Wini Febriana (41), kader Posyandu Tulip yang telah aktif selama 1,5 tahun terakhir. Keputusan Wini menjadi kader Posyandu berawal dari ajakan Ketua RT yang sempat ia tolak karena khawatir tidak mampu membagi waktu.

Namun, pada pertengahan 2024, ia akhirnya menerima ajakan tersebut dan justru semakin tertarik dengan peran kader Posyandu.

Wini Febriana seorang Kader Posyandu di Berau (Ist)
Wini Febriana seorang Kader Posyandu di Berau (Ist)

“Awalnya takut tidak bisa membagi waktu dengan tugas lain. Tapi setelah dijalani, saya justru semakin penasaran dan tertarik dengan tugas-tugas kader Posyandu,” ujarnya.

Sebagai kader, Wini bersama rekan-rekannya rutin menggelar rapat persiapan sebelum hari buka Posyandu. Mulai dari menyusun jadwal, menyiapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), hingga pembagian tugas.

Pada hari pelayanan, kader melayani penimbangan dan pengukuran tumbuh kembang bayi dan balita, pemeriksaan ibu hamil, menyusui, hingga lansia, imunisasi, penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, KB, serta pemeriksaan tekanan darah.

Meski antusiasme masyarakat cukup baik, tantangan tetap ada. “Masih ada ibu-ibu yang enggan membawa anak ke Posyandu, bahkan ada yang menolak imunisasi,” ungkapnya.

Menurut Wini, keberadaan Posyandu sangat penting sebagai layanan kesehatan dasar yang mudah diakses masyarakat.

“Posyandu membantu mengetahui dini masalah kesehatan, mencegah stunting, dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan,” jelasnya.

Dalam menjalankan peran sebagai kader sekaligus ibu rumah tangga, komunikasi dengan keluarga menjadi kunci.

“Saya selalu menyampaikan jadwal kegiatan ke suami dan anak-anak, serta menyiapkan kebutuhan rumah terlebih dahulu,” tambahnya.

Putry Yana seorang Konten Kreator asal Berau (Ist)
Putry Yana seorang Konten Kreator asal Berau (Ist)

Cerita inspiratif lain datang dari Putry Yana (28), seorang ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai konten kreator.

Sejak 2018, Putry telah mencoba jual beli online, hingga akhirnya menekuni dunia affiliate marketing sejak 2023.

“Saat ini saya fokus memaksimalkan potensi di media sosial karena lebih fleksibel dan saya bisa tetap mengawasi tumbuh kembang anak,” katanya.

Putry menghasilkan pendapatan melalui pembuatan konten video review produk, khususnya fashion dan makeup. Ia mengatur waktu dengan menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum mengambil dan mengedit video, bahkan memanfaatkan waktu di luar rumah untuk tetap produktif.

“Manajemen waktu dan dukungan keluarga sangat membantu. Suami juga ikut memberi ide dalam pembuatan konten,” ujarnya.

Menurut Putry, bekerja dari rumah melalui media sosial memberikan keuntungan besar bagi peran pengasuhan. Ia tetap bisa mendampingi anak, sekaligus berkontribusi pada ekonomi keluarga.

Tantangan terbesarnya adalah cepatnya perkembangan dunia digital yang menuntut kreativitas dan adaptasi terhadap tren.

Putry Yana seorang Konten Kreator asal Berau (Ist)
Putry Yana seorang Konten Kreator asal Berau (Ist)

Di momen Hari Ibu, baik Wini maupun Putry sepakat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi dan keluarga yang sehat serta mandiri.

“Hari Ibu bukan hanya perayaan, tapi pengingat akan perjuangan perempuan. Ketika ibu bahagia, keluarga pun ikut bahagia,” tutur Wini.

Sementara Putry berpesan agar para ibu tidak takut mencoba hal baru yang produktif. “Media sosial bukan sekadar gaya hidup, tapi memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan kreatif,” pungkasnya.(*)