BERAU TERKINI – Menbud Fadli Zon menyampaikan 49 usulan calon pahlawan kepada Presiden Prabowo, 24 di antaranya adalah prioritas.
Menteri Kebudayaan atau Menbud Fadli Zon mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan daftar calon pahlawan nasional kepada Presiden Prabowo.
Menurut Fadli Zon, ada 49 nama calon pahlawan yang diusulkan kepada Presiden Prabowo.
Di mana 24 nama di antaranya merupakan prioritas Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Ada 40 nama calon pahlawan nasinoal, dan 9 nama yang merupakan bawaan atau carry over dari sebelumnya jadi totalnya ada 49 nama,” ujar Fadli Zon dikutip dari YouTube BPMI Setpres, Rabu (5/11/2025).
“Dan sekarang tentu kita mendekati hari pahlawan, dan kita menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut Dewan GTK mungkin bisa menjadi prioritas,” tambahnya.
Fadli Zon menjelaskan dari 24 nama tersebut ada nama mantan Presiden RI yakni Soeharto hingga Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Tak hanya mantan Presiden RI, nama aktivis buruh yakni Marsinah juga memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional.

Menurutnya, semua nama yang telah diusulkan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Untuk nama-nama itu memang semuanya memenuhi syarat, termasuk nama Presiden Soeharto, itu sudah 3 kali bahkan diusulkan, dan juga beberapa nama lain, semua memenuhi syarat,” ucapnya.
“Gus Dur itu juga masuk yang kita seleksi, saya kira semuanya memenuhi syarat, ya (Marsinah) itu kan diusulkan oleh tokoh-tokoh buruh dan organisasi buruh,” jelasnya.
Lebih jauh, Fadli Zon menyampaikan belum mengetahui berapa nama yang nantinya akan ditetapkan oleh Presiden Prabowo sebagai pahlawan nasional.

Daftar Nama Calon Pahlawan Nasional
Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini 24 daftar nama calon pahlawan nasional:
-Aktivis buruh perempuan, Marsinah (Jawa Timur)
-Presiden ke-2 RI Soeharto (Jawa Tengah)
-Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)
-Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)
-Rais Aam PBNU KH Bisri Syansuri (Jawa Timur)
-KH Muhammad Yusuf Hasyim dari (Jawa Timur)
-Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf (Sulawesi Selatan)
-Jenderal TNI Purn. Ali Sadikin (Jakarta)
-H.M. Sanusi (Jawa Timur)
-H.B Jassin (Gorontalo)
-Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)
-Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)
-H. Ali Sastroamidjojo (Jawa Timur)
-dr. Kariadi (Jawa Tengah)
-R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesomo (Jawa Tengah)
-Basoeki Probowinoto (Jawa Tengah)
-Raden Soeprapto (Jawa Tengah)
-Mochamad Moeffreni Moe’min (Jakarta)
-KH Sholeh Iskandar (Jawa Barat)
-Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Sumatera Barat)
-Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)
-Gerrit Agustinus Siwabessy (Maluku)
-Chatib Sulaiman (Sumatera Barat)
-Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah)
