BERAU TERKINI – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menanggapi sejumlah usulan yang disampaikan para kepala kampung di Kecamatan Talisayan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Kamis (5/2/2026).
Dalam forum tersebut, Sumadi menyoroti mayoritas kampung mengusulkan peningkatan jalan sebagai prioritas utama pembangunan.
Menurutnya, agar usulan tersebut bisa diakomodir secara maksimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran, diperlukan skema perencanaan yang tepat.
Ia mengusulkan agar Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengemas program peningkatan jalan dalam satu judul kegiatan, bukan per paket per kampung.
“Kalau misalnya ada anggaran Rp20 miliar untuk Talisayan, nanti PU yang menilai wilayah mana dulu yang diprioritaskan. Dengan satu judul, itu jauh lebih efisien,” ujar Sumadi.
Menurutnya, jika peningkatan jalan dilakukan per paket untuk masing-masing kampung, anggaran justru akan lebih besar dan berpotensi tidak menyentuh seluruh wilayah.
Skema satu judul dinilai lebih efektif untuk mengakomodir sepuluh kampung di Kecamatan Talisayan secara merata.
Ia mencontohkan pola serupa yang pernah diterapkan pada program overlay jalan di Tanjung Redeb.
Kegiatan itu dikemas dalam satu judul, sehingga DPUPR memiliki keleluasaan menentukan ruas jalan yang paling mendesak untuk ditangani.
“Jadi tinggal kita sampaikan, jalan ini rusak, di sini juga rusak. Insya Allah bisa dilaksanakan dan itu jauh lebih hemat anggaran,” paparnya.
Dengan skema tersebut, Sumadi berharap tidak lagi muncul keluhan dari pemerintah kampung terkait kondisi jalan.
“Semua kampung tetap dapat pengaspalan. Dan ini bisa diterapkan di kecamatan lain,” katanya.
Selain infrastruktur, Sumadi juga mengingatkan agar isu stunting tetap menjadi perhatian serius.
Ia menyebutkan, prevalensi stunting di Kabupaten Berau saat ini masih berada di angka 23 persen yang dinilai cukup tinggi.
“Ini harus kita pikirkan bersama. Stunting bukan persoalan kecil,” pungkasnya. (*)
