TANJUNG REDEB – Integrasi Layanan Primer (ILP) Puskesmas kini telah menjadi program simultan di setiap fasilitas kesehatan di Berau, seperti yang diterapkan UPTD Puskesmas Bugis, Tanjung Redeb.
Tak hanya puskesmas, pelayanan ILP ini juga diterapkan di tingkat posyandu, di mana faskes tersebut memberikan pelayanan kesehatan melalui 5 siklus hidup pasien, mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, ibu hamil hingga lansia.
Mereka telah masuk dalam pelayanan terintegrasi dan terpantau kesehatannya secara langsung oleh setiap faskes di Bumi Batiwakkal.
Puskesmas Bugis beberapa waktu lalu menggelar pelayanan dan konsultasi kesehatan oleh para petugas kesehatan kepada ratusan warga di Posyandu Kenari, Kelurahan Gayam.
“Saat ini sudah mulai diterapkan, meskipun belum semua posyandu ILP,” kata Plt Kepala UPTD Puskesmas Bugis, Datik Yuli Darwati, Jumat (16/5/2025).
Dia menyebut, pemantauan kesehatan masyarakat saat ini sudah lebih komprehensif dengan tak lagi bergantung terhadap programatik puskesmas.
Tujuannya agar memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi melalui aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif.
“Kami akan lebih mudah memberikan program sesuai dengan kebutuhan peserta kesehatan,” jawab dia.
Secara sederhana, dia menyampaikan bila program ILP Puskesmas merupakan wujud transformasi pelayanan kesehatan di tingkat primer. Memastikan setiap tingkatan masyarakat mendapatkan akses kesehatan dengan lebih baik dan berkelanjutan.
“Agar pemberian program bisa tepat sasaran,” sebutnya.
Lebih tegas, dia menyampaikan bila program tersebut telah termaktub dalam Permenkes Nomor 19/2024 tentang Tugas, Fungsi, dan Wewenang Puskesmas.
Ke depan, ILP di Puskesmas Bugis pun akan menerapkan pelayanan serupa dengan membagi menjadi lima klaster, di antaranya klaster manajemen, ibu dan anak, dewasa dan lansia, penyakit menular, dan pelayanan lintas kluster.
“Kami akan maksimalkan pada tahun ini dan ILP akan berlaku selamanya,” sebut dia. (*/Adv)
