BERAU TERKINI – Salah satu kesepakatan dari islah antara kubu Mardiono dan Agus Suparmanto adalah tidak melakukan PAW terhadap anggota DPRD dari PPP.

Dualisme kepengurusan DPP PPP telah berakhir, kedua kubu yakni Mardiono dan Agus Suparmanto sepakat untuk menyudahi konflik dan memilih berdamai atau islah.

Sejumlah kesepakatan antarkubu terjalin, seperti memasukkan Agus Suparmanto kedalam kepengurusan dan menjadi Waketum PPP.

Selain itu Sekjen PPP dijabat oleh Taj Yasin Maimoen yang sebelumnya berada di kubu Agus Suparmanto.

Tak hanya itu, kedua kubu juga sepakat untuk tidak melakukan pergantian antar waktu atau PAW terhadap anggota DPRD dari PPP.

Menkum Supratman Andi Agtas mengesahkan kepengurusan PPP hasil islah (Instagram/@supratman08)
Menkum Supratman Andi Agtas mengesahkan kepengurusan PPP hasil islah (Instagram/@supratman08)

Hal itu diungkapkan Agus Suparmanto didampingi Mardiono setelah menerima surat keputusan menteri hukum terkait pengesahan kepengurusan baru DPP PPP di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10/2025) lalu.

“Tadi sudah disepakati, tidak akan ada PAW dari DPRD, mukercab (musyawarah kerja cabang), mukerwil (musyawarah kerja wilayah), termasuk hal-hal lain. Nah, ini supaya diketahui semua bahwa tadi sudah sepakat dengan Pak Mardiono,” kata Agus Suparmanto dikutip dari Beritasatu.

Agus Suparmanto menyebut PPP sedang mempersiapkan musyawarah kerja nasional (mukernas) yang akan menjadi agenda penting dalam konsolidasi partai.

Nantinya, struktur lengkap kepengurusan PPP akan disusun dalam mukernas lalu diserahkan ke Kementerian Hukum sebagai bentuk legitimasi organisasi.

Sementara itu, Mardiono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena adanya kegaduhan polemik kepemimpinan PPP. “Insyaallah, ini akan menjadi evaluasi,” ujar Mardiono.

Kepengurusan DPP PPP usai islah antara kubu Mardiono dan Agus Suparmanto (Instagram/@dpp.ppp)
Kepengurusan DPP PPP usai islah antara kubu Mardiono dan Agus Suparmanto (Instagram/@dpp.ppp)

Sebelumnya diberitakan, dua kubu yang sebelumnya saling klaim sebagai Ketum PPP akhirnya sepakat untuk berdamai atau Islah.

Dualisme kepemimpinan PPP resmi berakhir, kedua kubu yang sebelumnya saling klaim sebagai Ketum hasil Muktamar X PPP akhirnya berdamai.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa Kementerian Hukum telah mengeluarkan SK terbaru mengenai kepengurusan DPP PPP periode 2025-2030.

Dalam kepengurusan tersebut, Mardiono menjabat sebagai Ketum PPP, sedangkan Agus Suparmanto sebagai Waketum PPP.

“Hari ini saya mengeluarkan surat keputusan menteri hukum yang baru, di mana Pak Haji Muhammad Mardiono tetap menjadi ketua umum PPP kemudian Pak Agus (Suparmanto) menjadi wakil ketua umum,” kata Supratman Andi Agtas, Senin (6/9/2025) dikutip dari Beritasatu.

“Mudah-mudahan dengan keluar SK yang baru ini ada kesejukan kembali kepada keluarga besar PPP,” katanya.

Meski sudah mengesahkan SK kepengurusan PPP terbaru, Supratman tetap masih menunggu kelengkapan struktur pengurus partai itu secara lengkap.

“Waktunya nanti kami serahkan sepenuhnya, tetapi saya memohon untuk bisa dalam sesegera mungkin itu bisa dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketum PPP Mardiono mengungkap adanya campur tangan sosok penting di balik tercapainya kesepakatan islah antara kubunya dan kubu Agus Suparmanto.

Menurut Mardiono, sosok tersebut berperan besar dalam memfasilitasi pertemuan rekonsiliasi antara kedua belah pihak yang sebelumnya terlibat konflik internal.

“Dua hari yang lalu saya telah mengadakan pertemuan yang difasilitasi oleh orang-orang baik, yakni antara Gus Taj Yasin dan Pak Agus,” ujar Mardiono.

Ia menjelaskan, hasil dari pertemuan itu melahirkan kesepakatan damai dan pengangkatan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum PPP dalam kepengurusan baru.

“Agar tidak terjadi perbedaan sudut pandang atau pendapat yang tajam dan berkesinambungan,” tutur Mardiono.(*)