BERAU TERKINI – Banyaknya keluhan terkait penggunaan alat tangkap ikan dan udang yang merusak lingkungan membuat Pemerintah Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, melaksanakan patroli rutin di sekitar bantaran sungai.

Patroli yang terdiri dari pemerintah kampung, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat dilakukan pada Selasa (16/9/2025).

Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, menjelaskan, kegiatan yang digelar setiap minggu ini juga melibatkan dua kelompok masyarakat.

Pertama, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang bertugas menjaga sungai dari praktik penangkapan ikan menggunakan setrum, racun, maupun alat tangkap troll. 

Kedua, Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Patroli itu kami lakukan seminggu sekali untuk mencegah penggunaan alat tangkap destruktif yang selama ini menjadi keluhan nelayan kami,” ujar Bunyamin.

Selain menertibkan penggunaan alat tangkap, patroli juga melarang kapal tugboat dan tongkang batu bara tambat di sekitar tepi sungai Sukan Tengah.

Aktivitas ini berpotensi merusak habitat mangrove akibat tali yang digunakan kapal untuk tambat.

Selain itu juga mengganggu keberlangsungan hidup udang yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat secara turun-temurun.

“Ada kami temukan tugboat yang tambat dan segera diminta untuk berpindah tempat. Keberadaan kapal itu bisa merusak habitat mangrove, udang, bahkan alat tangkap nelayan lokal yang ramah lingkungan,” terangnya.

Menurut warga, ekosistem mangrove memiliki peran penting sebagai penahan erosi sekaligus penyerap karbon alami. 

Sementara, udang yang hidup di kawasan sungai Sukan Tengah merupakan sumber penghidupan utama bagi masyarakat kampung.

Kegiatan patroli ini didukung melalui dana karbon dari program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF).

“Harapannya, langkah ini bisa menjaga kelestarian lingkungan di Kampung Sukan Tengah sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*)