BERAU TERKINI – Sebanyak 350 peserta ditargetkan menjadi peserta event Manutung Jukut pada penyelenggaraan kesembilan yang direncanakan akan berlangsung 20 September 2025.
Event tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb pada tahun ini.
Pesta rakyat yang dilaksanakan Dinas Perikanan Berau ini bertujuan untuk menumbuhkan gairah masyarakat agar lebih rajin mengonsumsi ikan melalui program Gemarikan alias Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan.
Ketua Penyelenggara Manutung Jukut ke-9, Dewi Rosita, membeberkan, dalam agenda tersebut pemerintah menyiapkan 3,75 ton ikan segar dari koperasi nelayan binaan Dinas Perikanan Berau.
“Ikan kami siapkan khusus dari belanja dinas,” kata Dewi kepada Berauterkini, Jumat (22/8/2025).
Dia menuturkan, meski belum dibuka secara resmi, namun sudah hampir 10 lebih calon peserta telah mendaftarkan diri ke Dinas Perikanan Berau.
Peserta yang mendaftar lebih awal kemungkinan karena khawatir tak kebagian slot tenda. Khususnya bagi sekolah yang pada tahun lalu tak kebagian tempat untuk membakar ikan di bawah tenda.
“Ini kami ukur sebagai antusiasme warga, positif untuk menyemarakkan Manutung Jukut tahun ini,” ucap Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan Diskan Berau itu.
Secara akumulasi, ditargetkan 15 ton ikan dibakar di tempat dalam acara selama seharian penuh tersebut. Ikan tersebut berasal dari sumbangan perusahaan, BUMD, BUMN, organisasi perangkat daerah (OPD), dan donatur lainnya.
Khusus untuk OPD, terdapat anggaran khusus yang disiapkan untuk dibelanjakan hasil laut Bumi Batiwakkal.
“Kami usahakan tidak datangkan ikan dari luar Berau,” ucapnya.
Dia menambahkan, 350 peserta itu nantinya akan ditempatkan di sisi kiri dan kanan jalan atau saling berhadapan.
Adapun lokasinya dari Jalan Pulau Derawan menuju Jalan Pulau Sangalaki, lalu dilanjutkan Jalan dr Soetomo kemudian bersambung ke Jalan Pangeran Antasari menuju ujung tepian Jalan Ahmad Yani.
Sementara untuk lokasi jalan lainnya akan dijadikan kantong parkir kendaraan. Dalam rute tersebut dipastikan tak ada lalu lintas kendaraan yang dikhawatirkan akan mengganggu jalan kaki para pengunjung.
“Jalan umum di sekitar lokasi kami jadikan kantong parkir,” sebutnya.
Terkait perencanaan anggaran, dia menyebut akan disampaikan lebih lanjut ketika proses perencanaan rampung.
Diketahui, pada Kamis (21/8/2025), tim teknis baru melangsungkan rapat bersama dengan para stakeholder.
“Kemarin itu baru rapat pertama,” ungkap dia. (*)
