BERAU TERKINI – Madrasah Aliyah Negeri Berau kembali mengadakan pagelaran Pekan Kreativitas Siswa Madrasah (PKSM)
Kegiatan PKSM ini berlangsung mulai tanggal 15-18 Desember 2025 di lapangan MAN Berau, Jalan Pangeran Diponegoro, Tanjung Redeb. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang diadakan di akhir semester ganjil.
Ketua panitia PKSM, Lailatus Sholichah menjelaskan, PKSM tahun ini, mengambil tema bahari.
Ia menjelaskan alasan mengambil tema tersebut, karena Berau terkenal dengan wisata baharinya, seperti Pulau Maratua, Pulau Derawan, dan Pulau Sangalaki.
“Kebetulan kami mengangkat tema bahari, jadi sumber daya alam laut dan pantai,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Selasa (16/12/2025).
Menurut Lailatus Sholichah, acara PKSM dibuat dengan tujuan untuk mencari bibit bakat yang terpendam dari siswa siswi MAN.
Melalui acara ini, diharapkan ke depannya siswa siswi bisa menumbuhkan rasa percaya diri yang lebih dan bisa meningkatkan kreativitas.

“Tujuan dibuatnya acara PKSM ini, yang pertama pasti untuk mencari bibit bakat yang terpendam dari anak-anak kita,” jelasnya.
“Karena anak-anak kita kalau tidak didorong seperti ini, biasanya mereka akan malu. Kemudian tidak pede untuk menampilkan bakat terpendam yang ada pada dirinya,” sambungnya.
Dia menjelaskan perbedaan antara pelaksanaan PKSM tahun ini dan tahun sebelumnya. Menurutnya, pada PKSM tahun ini memiliki lebih banyak hiburan.
“Kalau tahun lalu itu kemarin di hiburannya itu kita ada menampilkan kain dari batik cap. Kalau tahun ini kita menampilkan kostum karnival yang dari bahan bekas,” jelasnya.
Ia menambahkan jika semua karya kostum karnival bahan bekas siswa siswi ditampilkan sesuai dengan tema laut yang mereka angkat.
“Ini semua karya anak-anak ditampilkan di situ, dari bahan bekas kemudian ada yang bertemakan sesuai dengan tema laut kita,” jelasnya.
Selain pagelaran kostum, PKSM juga melaksanakan perlombaan.Perlombaan terdiri dari 9 lomba, seperti paduan suara, band akustik, nyanyi solo, tari kreasi berpasangan, poster digital, ada kaligrafi, komik digital, cipta dan baca puisi, kemudian monolog.
Lebih jauh, dirinya mengatakan, meski tujuan acara ini untuk mencari bibit terpendam khususnya di bidang seni, namun tidak menyampingkan nilai keagamaan.

“Jadi temanya di sini walaupun seni, tapi juga nilai keagamaannya masih ada,” jelasnya.
“Seperti kemarin kostum pantai, walaupun menggunakan kostum pantai, tapi kita tetap menunjukkan bagaimana kostum pantai yang pantas, kemudian yang tidak keluar dari syariat Islam,” tutupnya.
