BERAU TERKINI – Pindahnya mantan politisi Partai NasDem, Madri Pani (MP), yang kini resmi bergabung dengan Partai Gerindra, menjadi perbincangan hangat di kancah politik lokal.

Menanggapi keputusan ini, Ketua DPC PKB Berau, Sutomo Jabir, angkat bicara dan mengaku sama sekali tidak terkejut.

PKB merupakan salah satu partai pengusung Madri Pani pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.

Menurut Sutomo, keputusan MP memilih Gerindra adalah hal yang lumrah dalam dinamika politik saat ini

Apalagi mengingat Gerindra merupakan partai yang sedang berkuasa dan memiliki nilai tawar politik yang jauh lebih tinggi.

“Maklum lah, Gerindra memang partai penguasa saat ini kan,” kata Sutomo, Selasa (25/11/2025).

Sutomo menyebut, nilai elektoral yang kuat dari Gerindra menjadi magnet bagi para kader yang sebelumnya dibesarkan oleh partai politik lain.

Ia bahkan berkelakar, menyebut Madri Pani dalam daftar politisi yang memilih bergabung dengan partai berlogo Garuda tersebut, menyusul beberapa kepala daerah sukses seperti Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, dan Bupati PPU Mudiyat Noor.

“Dan satu lagi yang hampir jadi bupati kan, kanda Madri Pani kan,” ujarnya sambil tertawa.

Sutomo menegaskan, keputusan pribadi MP tidak menjadi masalah besar bagi PKB.

Alasannya, MP bukan figur politik yang melalui proses kaderisasi internal di PKB.

“Tak ada yang istimewa dari situasi politik tersebut,” kata mantan Anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 itu.

Ia justru berpendapat, ujian politik yang menarik adalah ketika seorang figur memilih membangun kekuatan dari awal melalui partai non-parlemen.

“Kan ujiannya jadi berbeda kalau harus membangun kekuatan dari awal lagi,” tambahnya.

Meski PKB sempat membuka peluang bagi MP untuk berjuang di pesta politik 2029 dan 2030, Sutomo mengakui bahwa dirinya secara pribadi tidak pernah melakukan pembicaraan serius dengan MP terkait langkah politik setelah proses pencalonan Pilkada selesai.

“Cuma ketemu pas proses pencalonan saja kan, selebihnya saya tidak pernah ngobrol serius terkait program politik,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, PKB dari tingkat pusat hingga ranting sedang fokus menyusun strategi, mengevaluasi kinerja kader, dan mempersiapkan agenda internal. 

Partai menargetkan penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Cabang (Muscab) pada akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Dalam konteks penerimaan anggota, Sutomo menegaskan PKB adalah partai yang proporsional dan terbuka. 

“Kalau dalam proses ini ada yang mau bergabung ya silakan, kami partai yang proporsional terbuka,” ujarnya.

Sutomo menegaskan, satu kursi dewan di DPRD Berau milik PKB akan menjadi tolok ukur langkah politik ke depan. 

Penentuan ketua di masa mendatang akan dilakukan kepada kader yang telah melewati proses kaderisasi partai. (*)