BERAU TERKINI – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat tapak terus digeber melalui kolaborasi strategis antara Program Sigap Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Berau.

Melalui program bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Hilirisasi Komoditas Kelapa Dalam,” langkah ini menjadi perwujudan nyata dari program prioritas daerah yang berfokus pada tiga komoditas unggulan, yaitu kakao, kelapa dalam, dan jagung.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah mengubah persepsi terhadap kelapa dalam yang selama ini identik dengan bahan mentah menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi. 

Salah satu produk andalannya adalah minyak goreng sehat yang diharapkan menjadi solusi hemat bagi kebutuhan dapur rumah tangga.

Selain itu, produk sampingan berupa sabun batang juga dikembangkan untuk menembus pasar UMKM yang lebih luas.

Langkah hilirisasi ini dinilai krusial untuk memastikan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam tetap dinikmati oleh warga lokal.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi kampung secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, sektor swasta, dan masyarakat.

Project Coordinator Program Sigap Sejahtera, Hamzah Nasir, mengungkapkan, saat ini timnya sedang melakukan uji coba intensif pada komoditas kakao dan kelapa dalam.

“Karena program Sigap adalah program unggulan pemerintah daerah Kabupaten Berau, jadi Ibu Bupati sendiri itu menginginkan nanti akan ada kolaborasi untuk pemanfaatan produk ini di Berau,” ungkapnya kepada Berauterkini, Kamis (5/3/2026).

Untuk komoditas kelapa dalam, fokus pengembangan diarahkan ke wilayah pesisir yang memiliki potensi bahan baku melimpah.

Saat ini, terdapat dua kampung yang tengah menunjukkan progres signifikan, yakni Kampung Giring-Giring di Kecamatan Bidukbiduk dan Kampung Karangan di Kecamatan Biatan.

Hamzah menjelaskan, Kampung Giring-Giring menjadi prioritas utama yang saat ini sudah mulai berjalan.

Skema pemberdayaan yang dijalankan Sigap Sejahtera tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga dukungan teknis berupa mesin produksi.

“Ada beberapa mesin, kita coba asesmen di lapangan, kita coba terapkan, dan alhamdulillah sudah ada hasilnya, minyak gorengnya sudah jernih,” jelas Hamzah. 

Ia menambahkan, kualitas minyak yang dihasilkan telah mengalami peningkatan drastis, dari yang awalnya berwarna kemerahan dan berbau tajam, kini sudah jernih dan berkualitas baik.

Agar produk ini dapat diperjualbelikan secara luas, Sigap Sejahtera tengah memproses kelengkapan izin edar.

Minyak goreng kelapa tersebut sedang dalam tahap pengurusan sertifikat Halal dan BPOM.

Sementara produk sabun yang dikategorikan sebagai kosmetik juga sedang dalam proses pendaftaran di BPOM.

Rencana besar telah disiapkan setelah izin tersebut terbit. Produk sabun dari kelapa dalam akan dikolaborasikan dengan jaringan hotel, cottage, hingga penginapan di Berau. 

Sementara itu, minyak goreng kelapa akan diedarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun skala besar.

“Semua ini juga kita gerakkan dengan memberdayakan masyarakat lokal, masyarakat sekitar, itu untuk Giring-Giring,” tambah Hamzah.

Tak ketinggalan, Kampung Karangan juga mulai menunjukkan hasil dengan produk turunan berupa sabun cair dan sabun batang yang kini masuk tahap evaluasi kualitas.

Hamzah berharap program Sigap Sejahtera ini dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memaksimalkan potensi komoditas prioritas daerah. 

“Mudah-mudahan program bermanfaat seperti ini bisa terus eksis di kampung atau di desa,” tutupnya. (*/Adv)