BERAU TERKINI – Dua lukisan karya disabilitas asal Berau yang dipamerkan dalam pameran Merayakan Kita, dilirik oleh kolektor seni asal Jerman.

Karya seniman disabilitas asal Berau berhasil menarik perhatian kolektor mancanegara.

Dalam pameran lukisan bertajuk “Merayakan Kita” yang digelar Komunitas Gerobooks Berau di Hotel Mercure Berau, dua karya lukisan dilirik dan diadopsi oleh seorang warga negara Jerman.

Pameran yang berlangsung selama sebulan penuh, sejak 26 Januari hingga 26 Februari 2026, tersebut digelar di lantai 3 Hotel Mercure Berau.

Di mana pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Lukisan "Perjalanan Seru" karya Luthfi Saga (Ist)
Lukisan “Perjalanan Seru” karya Luthfi Saga (Ist)

Penggerak Komunitas Gerobooks Berau, Risna Herjayanti, mengungkapkan bahwa pada 3 Februari 2026 pihaknya dihubungi manajemen hotel terkait ketertarikan tamu asing terhadap karya seniman disabilitas yang dipamerkan.

“Seorang tamu asal Jerman ingin mengadopsi dua karya, yaitu ‘Ini Ayahku’ karya M. Daffa dan ‘Perjalanan Seru’ karya Luthfi Saga,” ujarnya.

Kedua lukisan berukuran 40 x 40 sentimeter dilepas dengan harga Rp2.000.000. Menurut Risna, proses penjualan tetap mengutamakan penghargaan terhadap seniman sebagai pencipta karya.

“Kami memastikan seniman mendapatkan apresiasi yang layak. Sebagian hasil penjualan juga akan digunakan untuk mendukung keberlanjutan komunitas,” jelasnya.

Pameran “Merayakan Kita” menjadi bukti bahwa karya seniman disabilitas Berau mampu menembus perhatian pasar internasional, sekaligus memperkuat pesan inklusivitas dan apresiasi terhadap keberagaman dalam dunia seni.

“Kami sangat berterima kasih kepada Hotel Mercure Berau yang sudah memberikan ruang untuk karya anak-anak dari SLB Tanjung Redeb di pamerkan selama satu bulan,” tutupnya.(*)