BERAU TERKINI – Loyalitas dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54.

Peringatan yang digelar pada Selasa (2/12/2025) di halaman Kantor Bupati Berau ini dihadiri oleh ratusan ASN yang mengenakan batik biru khas KORPRI.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Berau, Sri Juniarsih, membacakan naskah sambutan dari Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh.

Mengusung tema, ‘Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI untuk Indonesia Maju’, peringatan ini bertujuan mengingatkan setiap ASN akan peran penting mereka dalam mengawal peradaban dan kemajuan Indonesia di masa depan.

“Tema ini mengingatkan kita semua agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik, serta bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat dan memajukan negara,” ucap Sri Juniarsih.

Dalam amanatnya, terdapat delapan poin penting yang ditekankan kepada seluruh anggota KORPRI.

Pertama, memperkuat persatuan dan soliditas korps.

Kedua, menegakkan netralitas dan integritas. ASN harus berdiri di atas semua kepentingan politik, menjunjung etika jabatan, dan menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja trengginas, serta menjadi teladan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi. Membangun budaya kerja yang unggul, berbasis merit, serta berorientasi hasil agar pelayanan publik semakin cepat, efisien, dan berkualitas.

Keempat, menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Menghindari segala bentuk penyimpangan, termasuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan pungutan liar.

Kelima, seluruh ASN untuk siaga bencana. Saling berempati dan aktif membantu penanganan bencana yang terjadi saat ini, seperti banjir di Sumatera.

Keenam, fokus pada peningkatan pendapatan negara dan daerah (PND). Perbaikan tata kelola belanja harus menjadi perhatian agar efektif dan efisien. Anggota KORPRI diharapkan bisa bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.

Ketujuh, mengawal reformasi birokrasi. KORPRI harus berperan menuntaskan masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen, mendorong PND, dan mencegah kebocoran anggaran.

Kedelapan, menjaga nama baik KORPRI dan ASN. Menjadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa.

“Poin penting ini harus menjadi pengingat agar kita bisa bekerja lebih profesional dan memberikan pelayanan terbaik,” pesannya.

Menyambung amanat tersebut, Sri Juniarsih secara khusus menekankan pentingnya ASN Berau memaknai peran sebagai pelayan masyarakat.

Dia meminta ASN memastikan pekerjaan dapat tuntas, bukan hanya karena tekanan waktu, melainkan dilakukan sepenuh hati. 

ASN juga diingatkan sebagai perpanjangan tangan kebijakan pemerintah yang mesti aktif terjun ke masyarakat, bukan bersantai saat jam kantor.

“Jangan membuat masyarakat kecewa. Masyarakat akan menikmati hasil pengabdian ini,” tegasnya.

Sri Juniarsih juga mengingatkan ASN untuk menjaga netralitas dan tidak masuk dalam ranah politik.

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kinerja ASN, Sri Juniarsih memastikan nilai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan tetap dijaga. 

“Ini bentuk apresiasi pemerintah. Jangan dikecewakan karena kinerja yang kurang baik,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada ASN yang telah mengabdi 10 hingga 30 tahun.

Salah satu penerimanya adalah Kepala BKPSDM Berau, Sri Eka Takariyati, yang menerima penghargaan untuk pengabdian 30 tahun.

Selain itu, Sri Juniarsih juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pensiun bagi puluhan ASN yang akan purna tugas pada tahun depan. (*/Adv)