BERAU TERKINI – Masalah listrik masih menjadi keluhan utama warga Kecamatan Bidukbiduk.
Hal itu disampaikan langsung Plt Camat Bidukbiduk, Firmansyah, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Kamis (5/2/2026) malam.
Di hadapan Bupati Berau Sri Juniarsih, Firmansyah mengungkapkan, sejak wilayahnya terhubung dengan jaringan listrik dari Kecamatan Talisayan, gangguan listrik justru kerap terjadi.
Bahkan, pemadaman disebut hampir berlangsung setiap bulan.
“Semenjak bergabung dengan Talisayan, sering terjadi gangguan listrik,” keluhnya.
Meski saat ini listrik di Bidukbiduk sudah menyala 24 jam, gangguan mati lampu masih terus dirasakan masyarakat.
Pihak kecamatan pun mengaku telah beberapa kali berkoordinasi dengan PLN terkait kondisi tersebut. Namun hingga kini, permasalahan belum sepenuhnya teratasi.
Ia menjelaskan, sebelumnya Bidukbiduk mengandalkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sendiri.
Mesin tersebut diharapkan tetap berada di Bidukbiduk sebagai cadangan, mengingat beredar informasi bahwa PLTD akan dipindahkan.
“Kami berharap mesin diesel itu tetap ada di Bidukbiduk sebagai cadangan ketika listrik padam,” ujarnya.
Keluhan soal listrik ini dinilai krusial, mengingat Bidukbiduk merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Berau.
Gangguan listrik yang berulang dikhawatirkan dapat berdampak pada kenyamanan wisatawan.
“Sebagai daerah wisata, kalau listrik sering mati tentu akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi wisatawan. Ini yang tidak kami inginkan terus terjadi,” tegasnya.
Selain persoalan listrik, Firmansyah juga menyampaikan usulan terkait digitalisasi pelayanan pemerintahan di tingkat kampung.
Ia meminta dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau untuk membantu pembuatan aplikasi e-voting.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat digunakan dalam pemilihan ketua RT maupun Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) agar proses pemilihan lebih efisien dan transparan.
“Setiap pemilihan RT, satu kampung bisa menghabiskan anggaran hingga Rp30 juta. Dengan e-voting, anggaran itu bisa ditekan dan lebih efisien,” jelasnya.
Ia berharap, sistem e-voting nantinya dapat diterapkan di seluruh kampung yang ada di kawasan Kecamatan Bidukbiduk.
“Ini sejalan dengan semangat digitalisasi pemerintahan desa,” pungkasnya. (*)
